LombokPost-Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Wakil Bupati (wabup) Lombok Tengah (Loteng) M Nursiah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di Pasar Jelojok, Kecamatan Kopang, Sabtu (14/3).
Sidak ini dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan masyarakat tetap terkendali serta stok bahan pokok aman menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam pemantauan tersebut, Wabup Nursiah berkeliling meninjau sejumlah lapak pedagang sembako, mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga sayur-mayur.
Ia juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli untuk mengetahui kondisi harga di pasar tradisional tersebut.
Dari hasil pantauan sementara, sebagian harga bahan pokok diketahui mulai mengalami peningkatan. Namun demikian, kenaikannya masih dalam batas wajar dan belum terlalu signifikan.
“Kita turun langsung untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang Lebaran. Memang ada beberapa komoditas yang mulai naik, tapi masih dalam batas normal,” kata Nursiah.
Ia menegaskan, kepada para pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan yang dapat memberatkan masyarakat. Terlebih, momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri biasanya diiringi dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Pedagang kita minta tidak menaikkan harga jorjoran. Begitu juga dari produsen maupun distributor agar tetap menjaga stabilitas harga di pasaran,” tegasnya.
Pemkab Loteng, lanjutnya, terus melakukan pemantauan perkembangan harga bahan pokok di berbagai pasar tradisional. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat selama bulan Ramadan hingga Lebaran. Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat Loteng.
“Kita pastikan stok bahan pokok aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah terus memantau agar harga tetap stabil,” pungkasnya.
Sementara itu, pergerakan harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional mulai menunjukkan dinamika menjelang Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan laporan harian pemantauan harga pada 13 Maret 2026, beberapa komoditas mengalami kenaikan, terutama cabai dan daging ayam ras.
“Kenaikan cukup terlihat pada komoditas cabai merah keriting yang kini berada di angka Rp 43.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 41.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar juga meningkat dari Rp 37.500 menjadi Rp 40.000 per kilogram,” jelas Sekretaris Disperindag Loteng Roro Sri Mulyaningsih, Minggu (15/3).
Di sisi lain, harga daging ayam ras karkas ikut mengalami kenaikan menjadi Rp 46.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 44.000 per kilogram. Kondisi ini mulai dirasakan para pedagang seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Beberapa bahan pokok justru menunjukkan tren penurunan harga. Cabai rawit merah misalnya, turun dari Rp 112.500 menjadi Rp 100.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga turun dari Rp 47.500 menjadi Rp 45.000 per kilogram.
“Penurunan harga juga terjadi pada komoditas tomat yang kini dijual Rp 12.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 13.000. Sementara itu, sebagian besar kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil,” paparnya.
Harga beras premium seperti Cap Tanjung Enak tercatat Rp 14.800 per kilogram, sedangkan beras SPHP Bulog berada di harga Rp 12.000 per kilogram. Komoditas lain seperti gula pasir curah Rp 17.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 18.000 per liter, serta telur ayam ras Rp 29.000 per kilogram juga belum mengalami perubahan harga.
Begitu pula dengan daging sapi yang masih bertahan pada kisaran Rp 130.000 hingga Rp 135.000 per kilogram. Sementara ikan bandeng dan ikan tongkol dijual masing-masing Rp 40.000 per kilogram.
Ningsih menegaskan, pemantauan harga ini dilakukan secara rutin guna memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok di pasar tradisional. Pemerintah daerah berharap lonjakan harga menjelang Lebaran tetap terkendali sehingga tidak memberatkan masyarakat.
“Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas harga di pasar tetap terjaga,” tutup dia.
Editor : Kimda Farida