LombokPost-Karang Taruna di Gumi Tastura tidak lagi sekadar organisasi kepemudaan seremonial. Di bawah kepemimpinan Pathul-Nursiah, organisasi ini didorong menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk mengatasi berbagai persoalan sosial di Kabupaten Lombok Tengah.
Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah menegaskan, Karang Taruna merupakan aset penting. Jaringannya menjangkau hingga tingkat dusun.
Pemuda dinilai memiliki kemampuan menganalisis dinamika pembangunan di tingkat bawah.
Baca Juga: WFH ASN, Bupati Pathul Jamin Pelayanan Publik di Lombok Tengah Tetap Gas Pol
Hal itu disampaikan usai menghadiri Halalbihalal Karang Taruna Lombok Tengah di Swiss-Belcourt Lombok, Kamis (2/4).
Ia mengatakan, pemerintah daerah terbuka bagi organisasi dengan program kerja nyata, terutama yang menyentuh isu krusial.
“Pemkab sangat butuh keterlibatan Karang Taruna. Contohnya dalam menangani pernikahan dini, kemiskinan, hingga masalah stunting,” tegas wakil bupati.
Ia berharap kader Karang Taruna mampu memilah isu pembangunan.
“Mari gunakan keilmuan yang ada di organisasi untuk melihat situasi ini lebih tajam, lalu carikan solusinya bersama-sama,” ajaknya.
Wakil Ketua Karang Taruna Lombok Tengah Kusnadi Unying mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah konkret. Program difokuskan menyentuh masyarakat hingga tingkat bawah.
Untuk menekan pernikahan dini, Karang Taruna tidak hanya mengandalkan dialog formal. Pendekatan dilakukan melalui jalur religi dan pemerintahan tingkat dusun.
“Kami melibatkan tokoh agama. Edukasi pencegahan pernikahan dini kini masuk dalam materi khutbah Jumat. Selain itu, kami bekerja sama dengan kepala dusun untuk berdiskusi langsung dengan warganya,” jelas Kusnadi.
Selain isu sosial, Karang Taruna Lombok Tengah juga mulai fokus pada sektor pertanian. Pemuda didorong menjadi pelopor pertanian modern untuk membantu petani meningkatkan produktivitas.
Kusnadi mengatakan, petani tradisional masih minim tersentuh metode modern. Peran pemuda dibutuhkan untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
“Kita gerakkan Karang Taruna agar peka pada pertanian modern. Tujuannya agar efektivitas dan produktivitas petani kita meningkat,” pungkasnya.
Sinergi pemerintah dan pemuda diharapkan semakin kuat. Karang Taruna tidak hanya menjadi penonton, tetapi motor penggerak perubahan di Lombok Tengah.
Editor : Akbar Sirinawa