Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekolah Rakyat Lombok Tengah Ditargetkan Beroperasi 2027

Lestari Dewi • Senin, 20 April 2026 | 09:40 WIB
Mensos RI Gus Ipul (kiri) bersama Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri saat meninjau kegiatan operasi katarak di RS Mandalika NTB, Pujut, Lombok Tengah. (Dewi/Lombok Post)
Mensos RI Gus Ipul (kiri) bersama Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri saat meninjau kegiatan operasi katarak di RS Mandalika NTB, Pujut, Lombok Tengah. (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Pemkab Lombok Tengah memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata. Proyek ini disiapkan untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi keluarga prasejahtera.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, program tersebut menyasar 169 ribu kepala keluarga kategori miskin tanpa mengganggu sekolah yang sudah ada.

“Ini sekolah dipastikan tidak akan mengganggu jumlah siswa pada sekolah-sekolah lain,” ucapnya, Minggu (19/4).

Baca Juga: Sekolah Rakyat Masuk Tahap Akhir, Pemkab Loteng Pastikan Pembangunan Bakal Dimulai Tahun Ini

Pathul menjelaskan, seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi, termasuk pengganti lahan sawah dilindungi.

Saat ini, proses perizinan tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI.

“Setelah izin dari Kementerian PU terbit maka Pemkab Loteng akan kembali menemui pemerintah pusat,” katanya.

Pembangunan fisik sekolah direncanakan dimulai pada 2026. Lahan seluas 10 hektare telah disiapkan untuk membangun sekolah berbasis asrama yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Baca Juga: Kemensos Prioritaskan NTB Tangani Katarak, Gus Ipul Tinjau Operasi Katarak di Pujut

“Ini adalah ikhtiar kita untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kurang mampu. Kita ingin mereka mendapatkan pendidikan layak dan berkualitas tanpa harus memikirkan biaya,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Sosial dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), terdapat sekitar 169 ribu kepala keluarga yang menjadi sasaran program. Mereka berasal dari kelompok desil satu hingga lima.

Sekolah dengan konsep berasrama ini diharapkan menjadi pilot project nasional dalam pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan.

“Kami menyadari banyak anak-anak kita dari keluarga prasejahtera yang belum sepenuhnya tercover sekolah umum. Melalui Sekolah Rakyat ini, mereka tidak hanya sekadar sekolah, tapi dibina di asrama agar memiliki karakter dan daya saing tinggi,” tegasnya.

Baca Juga: Ikhtiar Putus Rantai Krisis Air, Pemkab Lombok Tengah Jemput Anggaran Pusat Rp 130 Miliar

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat di Loteng ditargetkan mulai tahun ini dan dapat beroperasi pada 2027. 

“Ini terus kami upayakan dan Lombok Tengah salah satu yang kami harapkan sesegera mungkin bisa berdiri gedung permanen Sekolah Rakyat,” katanya.

Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat di NTB baru dilakukan di Bima dan Lombok Utara. Sekolah di Loteng dirancang menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Gus Ipul menjelaskan, syarat pembangunan dari Kementerian PU cukup ketat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa.

Baca Juga: Nakes Lombok Tengah Protes Honor Rp 200 Ribu

“Lahan itu bukan soal siapnya saja. Tetapi semuanya harus clear and clean. Nanti dengan Kementerian PU akan diverifikasi dan divalidasi. Kalau semuanya sudah memenuhi syarat, tentu tinggal menunggu proses selanjutnya untuk melakukan pembicaraan pembangunan,” katanya.

Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 100 titik. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki satu Sekolah Rakyat dalam lima tahun ke depan.

“Seluruh Indonesia itu satu kabupaten satu kota, satu sekolah rakyat. Target kami selama lima tahun,” tutupnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#gus ipul #Sekolah Rakyat #menteri sosial #Bupati Lombok Tengah #Lalu Pathul Bahri