LombokPost-Di saat riuh rendah program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dirasakan di sekolah-sekolah perkotaan, 53 murid di SDN Tambing Kekeq, Desa Aik Berik, Batukliang Utara, Lombok Tengah justru merasa terisolasi.
Dalam video amatir tersebut, puluhan siswa dengan tatapan polos menyuarakan satu pertanyaan besar, mengapa piring mereka masih kosong dari program nasional tersebut?
"Bapak Presiden kenapa sekolah kami tidak dapat makan MBG seperti sekolah-sekolah lain?" tanya mereka dalam video tersebut.
Baca Juga: Dapur MBG di Lombok Tengah Ini Gunakan IPAL Standar ISO
Zulpan Jihad, salah satu guru di SDN Tambing Kekeq, membenarkan kondisi tersebut. Kepada Lombok Post, ia mengungkapkan bahwa hingga detik ini, belum ada tanda-tanda bantuan nutrisi itu akan mendarat di sekolah tempatnya mengabdi.
Padahal, secara administratif, mereka adalah bagian dari Kabupaten Lombok Tengah yang menjadi lokus perhatian pemerintah.
"Jarak mungkin jauh, medan mungkin sulit. Tapi perut anak-anak kami tidak bisa menunggu," keluh Zulpan.
Menurutnya, kondisi ekonomi orang tua murid di Dusun Tambing Kekeq rata-rata berada di garis menengah ke bawah.
Program MBG sejatinya menjadi oase yang sangat dinantikan untuk mendongkrak gizi siswa yang setiap hari harus berjalan kaki melintasi medan terjal demi menuntut ilmu.
Baca Juga: Zulhas Tegaskan Dapur MBG Harus Serap Produk Lokal Desa
Zulpan berharap, pemerintah tidak hanya melihat peta dari balik meja kantor.
Ia ingin pembuat kebijakan turun langsung melihat bagaimana 53 pasang mata ini menanti keadilan sosial dalam bentuk sepiring makanan sehat.
"Jangan sampai jarak fisik menjadi alasan untuk menjauhkan kesejahteraan. Anak-anak ini juga tunas bangsa, mereka punya hak yang sama untuk sehat dan cerdas tanpa harus dibeda-bedakan karena lokasi sekolah," tegasnya.
Editor : Akbar Sirinawa