Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Donasi LCR Tembus Rp 1,1 Miliar, Fokus Poles Kualitas 6.000 Guru di Lombok Tengah

Dewi • Selasa, 5 Mei 2026 | 10:09 WIB
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri didampingi Wabup Nursiah, Sekda Firman menerima cinderamata dari Chairman IOA Eka Tnauwidjaya penyelenggara Lombok Charity Ride di kantor bupati, Senin (4/5). (Dewi/Lombok Post)
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri didampingi Wabup Nursiah, Sekda Firman menerima cinderamata dari Chairman IOA Eka Tnauwidjaya penyelenggara Lombok Charity Ride di kantor bupati, Senin (4/5). (Dewi/Lombok Post)

LombokPost-Lombok Charity Ride (LCR) 2026 berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 1,1 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk pelatihan ribuan guru Sekolah Dasar (SD) di Lombok Tengah (Loteng).

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, donasi yang digalang melalui Indonesia Overseas Alumni (IOA) akan dikonversi menjadi program pelatihan intensif bagi tenaga pendidik dan manajemen sekolah.

“Target kami semua kepala sekolah bisa dilatih, jumlahnya kurang lebih ada 537 orang. Begitu juga dengan para guru agar sumber daya manusia (SDM) kita semakin meningkat,” ujar Pathul kepada wartawan, Senin (4/5).

Baca Juga: Gowes Sambil Beramal! Lombok Charity Ride 2026 Siap Taklukkan Rute 374 Kilometer demi Tenaga Pendidik Lombok Tengah

Ia menjelaskan, sekitar 6.000 guru di Loteng akan mengikuti pelatihan tersebut.

Program ini menggunakan modul khusus untuk meningkatkan profesionalitas guru sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak.

“Ada modulnya. Mereka dilatih bagaimana cara agar murid betah di sekolah. Testimoni dari teman-teman kepala sekolah yang sudah mulai ikut, katanya pelatihannya sangat bagus dan aplikatif,” katanya.

Pelatihan yang dipusatkan di Kantor PGRI Loteng ini difasilitasi IOA, mulai dari pelatih hingga fasilitator.

Pathul memastikan pengelolaan dana dilakukan secara transparan untuk kepentingan pendidikan.

Baca Juga: Lombok Charity Ride Jadi Ajang Promosi Pariwisata KLU

Ia mengakui, skema donasi dipilih karena keterbatasan anggaran daerah untuk membiayai program pengembangan SDM dalam skala besar.

“Skema donasi ini menjadi solusi karena memang tidak tersedia anggaran khusus di APBD untuk program seperti ini. Lagipula, donatur yang masuk bukan hanya dari lokal Loteng, tapi banyak dari luar daerah hingga sponsor,” terangnya.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara sektor swasta, komunitas, dan pemerintah dapat memperkuat pembangunan pendidikan tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.

Sementara itu, Komite Fun Racing Perkumpulan IOA Adrie Afriel mengatakan, kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di Lombok Utara pada 2023 dan 2024 dengan total donasi mencapai Rp 2 miliar.

Pada 2026 ini, rute diperluas dengan mengitari Pulau Lombok sejauh 374 kilometer.

“Tujuan mengitari Pulau Lombok ini untuk mengenalkan pariwisata dan keindahan Lombok dan spot-spot lain di sepanjang perjalanan,” katanya.

Ia menambahkan, sektor pendidikan dipilih karena menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas generasi.

“Tidak sekadar dalam hal pembelajaran, namun bagaimana anak SD ini persiapkan hidupnya ke depan. Pelatihan keterampilan, disiplin, tepat waktu, bisa memimpin, bisa berorganisasi ini semua yang kita butuhkan ketika mereka dewasa melalui guru berkualitas,” paparnya. 

Editor : Kimda Farida
#Guru #pendidikan #Lombok Charity Ride 2026 #sekolah dasar #Bupati Lombok Tengah