Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Marching Band IPDN Bikin Pembalap GTWCA Terpukau

Dewi • Senin, 11 Mei 2026 | 07:20 WIB
UNJUK GIGI: Penampilan ratusan praja IPDN saat turut mengguncang Opening Ceremony GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (3/5) lalu. (Dewi/Lombok Post)
UNJUK GIGI: Penampilan ratusan praja IPDN saat turut mengguncang Opening Ceremony GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (3/5) lalu. (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Deru mesin mobil Gran Turismo (GT) di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika bersahut dengan harmoni musik gagah.

Sebelum lampu hijau Race 2 GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026 menyala, aspal sirkuit kebanggaan Indonesia itu menjadi panggung penampilan ratusan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Penampilan Marching Band IPDN menjadi salah satu magnet utama dalam opening ceremony yang sarat nuansa budaya lokal Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (3/5) lalu.

Dengan formasi presisi dan langkah tegap, mereka menghadirkan sentuhan modernitas dan kedisiplinan di tengah penampilan Gendang Beleq dan tari khas Sasak.

Baca Juga: Jaksa Jebloskan Mantan Bupati Lombok Tengah Dua Periode ke Penjara Terkait Kasus Penipuan

Direktur IPDN Kampus NTB Dedy Suhendi menyampaikan, keterlibatan mereka bukan sekadar seremoni.

Sebanyak 143 praja dikerahkan khusus untuk mendukung kemegahan ajang balap internasional itu. Persiapannya pun dilakukan secara intensif.

“Para praja telah menjalani latihan intensif selama tiga minggu untuk memastikan penampilan yang sempurna di depan grid pembalap dunia,” ujar Dedy kepada Lombok Post di Poltekpar Lombok, Sabtu (9/5).

Bagi Dedy, kehadiran para calon pamong praja itu membawa misi besar. Mereka tidak hanya berperan sebagai penghibur, tetapi juga duta bangsa yang membawa tanggung jawab moril untuk mengangkat citra pariwisata Indonesia, khususnya Lombok di mata dunia.

Baca Juga: Bentengi Gen Z dari Arus Digital, Danramil Janapria Gembleng Siswa SMAN 1

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moril praja sebagai anak bangsa. Kami ingin mendukung kemajuan pariwisata di Lombok agar semakin dikenal di kancah internasional,” tegasnya.

Di bawah terik matahari Mandalika saat itu, kombinasi disiplin marching band dan dentuman ritmis musik tradisional menciptakan atmosfer autentik.

Para pembalap dan kru tim internasional yang biasanya fokus pada aspek teknis kendaraan tampak terpukau dengan sajian budaya yang dihadirkan di hadapan mobil balap mereka. 

Editor : Akbar Sirinawa
#GT World Challenge Asia 2026 #Praja #ipdn #marching band #Sirkuit Internasional Mandalika