Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mandalika Masuk Zona Merah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Lestari Dewi • Rabu, 13 Mei 2026 | 11:55 WIB
ZONA MERAH: Pengendara bermotor melintasi jalan raya bypass BIL-Mandalika, Senin (11/5). Area perbukitan di sekitar KEK Mandalika masuk radar rawan kebakaran. (Dewi/Lombok Post)
ZONA MERAH: Pengendara bermotor melintasi jalan raya bypass BIL-Mandalika, Senin (11/5). Area perbukitan di sekitar KEK Mandalika masuk radar rawan kebakaran. (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Kawasan The Mandalika dan wilayah selatan Lombok Tengah (Loteng) masuk zona merah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Loteng mulai memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan personel.

“Di bagian selatan Loteng banyak zona merah kita. Termasuk kawasan The Mandalika dan sekitarnya,” ungkap Kepala Disdamkartan Loteng Supardan, Selasa (12/5).

Baca Juga: Groundbreaking Preciosa Lombok Residence, Hadirkan Hunian Mewah Berkonsep Green Building di Pantai Selak Dondon

Penetapan zona merah di kawasan selatan bukan tanpa alasan. Supardan menjelaskan, berdasarkan catatan historis, kebakaran lahan kerap terjadi di wilayah tersebut. Salah satu pemicunya karena masih ada masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar semak belukar.

“Karena di situ masih ada masyarakat kita yang membuka lahan dengan cara membakar. Itu yang memicu terjadinya Karhutla,” cetusnya.

Menyikapi ancaman itu, Disdamkartan mulai memperkuat langkah mitigasi. Salah satunya melalui pemetaan daerah rawan kebakaran. Selain itu, posko pemadam kebakaran di Kuta Mandalika juga diperkuat, baik dari sisi kesiapan armada maupun personel pendukung.

Baca Juga: Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei

Langkah itu disinergikan dengan ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika untuk memastikan respons cepat jika muncul titik api.

“Pos di Kuta kita perkuat, bekerja sama dengan ITDC. Pos-pos lain di seluruh wilayah juga tetap disiagakan,” tambah Supardan.

Selain penguatan teknis pemadaman, sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan. Warga, terutama yang tinggal di dekat kawasan hutan atau memiliki lahan garapan, diimbau tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan.

“Harapannya, kesadaran masyarakat tumbuh. Jangan lagi membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat berbahaya bagi lingkungan dan keselamatan kita semua,” pungkasnya. 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Lombok Tengah #The Mandalika #Rawan #karhutla #musim kemarau