Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Muzihir Ingatkan Ancaman Vila di Bukit Kuta Lombok Tengah

Lestari Dewi • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:23 WIB
Pengendara bermotor saat melintasi jalan raya wisata Kuta, Pujut, Loteng, beberapa waktu lalu. (Dewi/Lombok Post)
Pengendara bermotor saat melintasi jalan raya wisata Kuta, Pujut, Loteng, beberapa waktu lalu. (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Wakil Ketua III DPRD NTB Muzihir mengingatkan pesatnya pembangunan vila di kawasan perbukitan Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

Pemkab Loteng diminta memperketat pengawasan pembangunan dan menjaga kawasan hijau di daerah pariwisata itu.

“Kita tentu menyambut baik para investor yang datang ke Lombok Tengah. Namun, pembangunan ini harus seimbang. Jangan melulu mengejar investasi, tapi abai terhadap kelestarian lingkungan sekitar perbukitan,” ujar Muzihir kepada wartawan di DPRD Loteng, Senin (18/5).

Politisi senior itu menyoroti risiko jangka panjang jika pembangunan di area perbukitan Kuta dibiarkan tanpa kendali.

Alih fungsi lahan yang agresif dikhawatirkan dapat memicu bencana alam seperti tanah longsor, banjir bandang, hingga krisis air bersih bagi warga lokal pada masa depan.

Baca Juga: Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei

Karena itu, ia mendesak Pemkab Loteng bersama pihak terkait memperketat pengawasan mulai dari proses perizinan, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), hingga tata ruang wilayah.

“Pembangunan itu harus dikontrol. Harus jelas mana zona hijau yang mutlak dilindungi. Jangan sampai perbukitan kita gundul dan menyisakan masalah lingkungan bagi anak cucu kita ke depan,” tegasnya.

Muzihir berharap ada komitmen nyata dari para pengembang vila untuk ikut menjaga ekosistem lokal. Misalnya dengan tetap mempertahankan ruang terbuka hijau dan membangun sistem drainase yang baik.

Baca Juga: Gerbong Mutasi Polres Loteng Bergerak, Sejumlah Kasat dan Kapolsek Resmi Berganti

“Pariwisata Lombok itu menjual keindahan alam. Kalau alamnya rusak karena pembangunan yang serakah, maka daya tarik wisata itu sendiri yang akan hilang,” pungkas Ketua DPW PPP NTB itu. 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #DPRD NTB #perbukitan #Desa Kuta #kelestarian lingkungan