LombokPost-Sebagai tuan rumah, Lombok Tengah (Loteng) memasang target mempertahankan predikat juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026. Sinyal kesiapan itu ditegaskan Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri saat melepas kafilah secara resmi di Swiss-Belcourt Lombok, Sabtu (6/6).
Dari 10 kabupaten/kota se-NTB, Loteng menjadi daerah dengan komposisi peserta paling lengkap, yakni menerjunkan 56 peserta. Jika ditambah pelatih dan pendamping, total kekuatan kafilah mencapai 95 orang.
“Kita harus berbuat lebih maksimal. Lombok Tengah harus mampu mempertahankan predikat juara umum pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026,” tegas Pathul Bahri.
Baca Juga: Targetkan Perputaran Ekonomi Hingga Rp 40 Miliar, MTQ XXXI Provinsi NTB 2026
Sebagai bentuk komitmen, Pathul mengatakan, Pemkab Loteng konsisten memberikan perhatian kepada para qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi. Salah satunya melalui reward umrah gratis yang hingga kini totalnya telah mencapai 497 orang.
“Ada reward umrah gratis,” cetusnya.
Di sisi lain, Pathul menyebut pelaksanaan MTQ tingkat provinsi di Loteng akan menghadirkan ribuan peserta, pendamping, dan tamu dari seluruh penjuru NTB. Kehadiran massa dalam jumlah besar diharapkan membawa dampak positif bagi pergerakan ekonomi masyarakat lokal.
Untuk memeriahkan pembukaan, panitia telah menyiapkan pawai taaruf, defile kafilah, hingga pertunjukan tarian kolosal bertema moderasi beragama. “Pertunjukan tarian kolosal ini akan melibatkan sekitar 300 peserta dengan pesan utama bahwa Rasulullah SAW diutus sebagai rahmatan lil alamin,” pungkasnya.
Baca Juga: Sirkuit Mandalika Jadi Venue MTQ NTB, Persiapan Sudah 80 Persen
Acara pelepasan ditandai dengan pengalungan syal dan penyerahan bingkisan secara simbolis oleh bupati kepada perwakilan peserta sebagai pemantik semangat berjuang di arena musabaqah. Turut hadir Sekda Loteng, jajaran kepala OPD, pengurus LPTQ Provinsi dan Kabupaten, serta Dewan Hakim Nasional.
Sebelumnya, perputaran uang selama momentum sakral ini diestimasi mampu menembus Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar. “Kami menargetkan perputaran ekonominya hingga Rp 40 miliar,” ucap Sekda Loteng Lalu Firman Wijaya.
Target makro itu dinilai realistis. Datangnya sekitar 900 kafilah, dewan hakim, official, hingga para pencinta Alquran dari seluruh penjuru Bumi Gora dipastikan akan membawa efek domino atau multiplier effect yang langsung menyentuh urat nadi perekonomian masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna (Tastura).
Baca Juga: Poltekpar Lombok Siap Sukseskan MTQ XXXI NTB, Siapkan Masjid hingga GOR Kampus
“Kita tidak hanya membidik sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi sebagai tuan rumah. Namun, sukses ekonomi masyarakat juga menjadi prioritas utama. Kehadiran ribuan tamu ini adalah pasar potensial yang harus kita tangkap,” ungkapnya.
Editor : Jelo Sangaji