LombokPost-Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Loteng bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial kepada seorang santri yang menjadi korban luka bakar di pondok pesantren di Kecamatan Batukliang.
Kepala Kejari Loteng Putri Ayu Wulandari, memimpin langsung rombongan didampingi Kepala Dinsos Loteng, Kepala Seksi Intelijen Alfa Dera, serta tim gabungan dari kedua instansi.
Dalam kunjungan tersebut, diserahkan bantuan berupa satu unit kursi roda untuk menunjang mobilitas korban serta tiga paket sembako untuk meringankan beban keluarga.
Putri Ayu Wulandari menyampaikan, aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran nyata negara di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang sedang menghadapi masa sulit.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib kita jaga bersama. Lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perlakuan yang membahayakan keselamatan mereka," tegas Putri.
Kunjungan ini merupakan respons cepat jajaran Kejari Lombok Tengah.
Kondisi memprihatinkan yang dialami santri tersebut sebelumnya terdeteksi melalui patroli siber yang rutin dilakukan oleh Seksi Intelijen Kejari Loteng.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Minta Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah Diusut Tuntas
Selain menyalurkan bantuan fisik, Kejari Loteng juga menegaskan dukungannya terhadap seluruh proses penegakan hukum yang berjalan terkait peristiwa ini.
Pihak kejaksaan mendorong adanya penguatan sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan lembaga pendidikan guna mengantisipasi kejadian serupa di masa depan.
Sinergi antara Kejari dan Dinsos Loteng ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan fisik maupun psikologis korban, sekaligus memastikan hak-hak anak sebagai peserta didik tetap terlindungi dengan baik.
Editor : Kimda Farida