Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Taman Biao dan RTPRA Minim Perawatan

Lestari Dewi • Senin, 6 Juli 2026 | 08:34 WIB
Sebagian besar spandek yang menjadi tembok pembatas RTPRA Biao copot dan permainan olahraga pun rusak, Minggu (5/7).
Sebagian besar spandek yang menjadi tembok pembatas RTPRA Biao copot dan permainan olahraga pun rusak, Minggu (5/7).

 

LombokPost - Kondisi dua fasilitas publik di jantung Kota Praya, Lombok Tengah (Loteng), memprihatinkan. Taman Biao dan Ruang Terbuka Publik Ramah Anak (RTPRA) Biao di persimpangan Jalan Pejanggik, Kelurahan Semayan, terkesan telantar tanpa perawatan pemerintah daerah.

Pantauan Lombok Post di lokasi, Taman Biao terlihat kusam dan tidak terurus. Fasilitas di area taman rusak dan sebagian tidak terawatt.

Kondisi serupa terlihat di di RTPRA Biao yang berada dalam satu kawasan. Padahal, fasilitas itu baru diresmikan sekitar setahun lalu. Namun, sejumlah fasilitas permainan, olahraga, dan ramah anak di lokasi sudah mengalami kerusakan.

Baca Juga: Upayakan jadi Proyek Strategis Nasional, Rencana Pelebaran Jalan Biao-Kopang

Tak hanya itu, pagar pembatas berupa spandek yang dijadikan tembok taman terpantau sudah banyak copot dan bolong. Fasilitas penunjang seperti musala dan kamar mandi umum di dalam area RTPRA juga tampak kotor dan kurang layak digunakan pengunjung.

Kawasan itu kini terlihat kurang terawat di tengah kota. “Kami sebagai warga berharap dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum seluruh fasilitas,” ucap Sahabuddin, seorang warga di sekitar RTPRA Biao, Minggu (5/7).

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Loteng Muhammad Supriaddin membenarkan kondisi kerusakan fasilitas publik tersebut.

Baca Juga: Lomba Desa Tingkat Provinsi, Loteng Optimis Bilebante Tembus Nasional

Pria yang akrab disapa Sopo ini menjelaskan, Taman Biao memang belum memiliki perencanaan penataan ulang. Hal itu disebabkan status lahan sebagai aset Pemprov NTB serta adanya rencana megaproyek jalan.

“Aset ini milik provinsi. Alasan belum diperbaiki karena ada rencana pembangunan jalur dua dari Kopang menuju Praya yang desain jalurnya akan mengenai Taman Biao. Saat ini kami masih menunggu kepastian rencana jalan,” kata Sopo.

Disperkim memastikan tidak akan lepas tangan untuk kawasan RTPRA Biao. Pihaknya mengaku segera menganggarkan dana sekitar Rp 200 juta pada APBD Perubahan untuk perbaikan fasilitas. Terutama pembuatan tembok permanen di sekeliling taman demi keamanan pengunjung.

“Penembokan ini untuk menghindari anak-anak menyeberang jalan sembarangan di sebelah utara. Jadi, akses pintu masuknya nanti khusus dari arah selatan saja,” terangnya.

Baca Juga: Pesona Bikin Meleyot! Ini Deretan Drama China Populer yang Wajib Kamu Tonton dari Cheng Lei

Mengenai rusaknya fasilitas olahraga dan wahana permainan anak yang baru berumur setahun, Sopo menyebut hal itu terjadi akibat minimnya pengawasan dari petugas maupun orang dewasa saat mendampingi anak-anak.

“Karena cara bermainnya berlebihan (tanpa kontrol), menyebabkan banyak alat permainan yang akhirnya cepat rusak. Selain penembokan, fasilitas olahraga dan permainan itu juga akan segera kami perbaiki,” pungkasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#taman biao #ruang terbuka publik ramah anak (rtpra) #minim perawatan #disperkim loteng #Pemkab Loteng