Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hadapi Kemarau, Lombok Tengah Andalkan Irigasi Pompa

Lestari Dewi • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:20 WIB
Wabup Loteng M Nursiah beserta jajaran Asisten I Setda Loteng monev program optimalisasi lahan pertanian di Desa Sisik, Pringgarata, Loteng, Kamis (16/7).
Wabup Loteng M Nursiah beserta jajaran Asisten I Setda Loteng monev program optimalisasi lahan pertanian di Desa Sisik, Pringgarata, Loteng, Kamis (16/7).

 

LombokPost - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) terus memperkuat sektor pertanian untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu langkah konkretnya melalui monitoring dan evaluasi (monev) Program Optimalisasi Lahan Pertanian di Desa Sisik, Kecamatan Pringgarata, Kamis (16/7).

Wakil Bupati Loteng M Nursiah bersama Asisten I Setda Loteng Lalu Rinjani turun langsung ke lapangan. Mereka memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Program optimalisasi lahan kali ini berfokus pada pemanfaatan sistem irigasi pompa. Fasilitas ini dinilai sangat penting agar lahan pertanian warga tetap produktif secara berkelanjutan, terutama saat menghadapi keterbatasan air.

Baca Juga: Percepat Penurunan Stunting, Wabup Lombok Tengah Evaluasi Bantuan Ayam Petelur di Desa Penujak

“Keberadaan irigasi pompa ini diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, menjaga pasokan air saat musim kemarau, serta berdampak langsung pada peningkatan hasil panen petani,” ujar Nursiah kepada koran ini.

Pemenuhan kebutuhan air di Loteng menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data Dinas Pertanian Loteng, target luas tanam padi pada musim tanam kedua atau musim kemarau (MK) I tahun ini mencapai 28 ribu hektare.

Jumlah itu berkurang dibandingkan musim tanam pertama atau musim hujan yang mencapai 52 ribu hektare. Tidak semua wilayah di 12 kecamatan bisa menanam padi dua kali karena keterbatasan air.

Baca Juga: Cegah Sengketa Informasi Sekolah, Wabup Loteng Dorong Penguatan PPID di 88 SMP Negeri

Kondisi ini membuat intervensi teknologi, seperti irigasi pompa, sangat penting, Terutama saat memasuki musim tanam ketiga (MT III) atau MK II. Pada musim itu, sebagian besar petani mulai beralih menanam palawija maupun tembakau. Langkah itu untuk menyiasati lahan sawah tadah hujan yang mulai mengering.

Pemkab Loteng menegaskan, dukungan terhadap sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama. Kesejahteraan petani dipandang sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus penggerak kemajuan daerah.

“Melalui sinergi dan optimalisasi lahan ini, kami berharap cita-cita mewujudkan Lombok Tengah yang MASMIRAH bisa segera terealisasi,” pungkas Nursiah. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
m nursiah Lombok Tengah Pertanian wakil bupati Optimalisasi Lahan