PT Sapo Development Sumbang Rp2 Miliar untuk Korban Kebakaran Sade

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:03 WIB
 Mr. Alvaro dari Sapo Development (empat dari kanan) didampingi Abd Rachman (lima dari kanan) menyerahkan bantuan secara simbolik uang tunai senilai Rp 2 Miliar pada warga Sade disaksikan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah dan Forkopimda, Selasa (25/8).
Mr. Alvaro dari Sapo Development (empat dari kanan) didampingi Abd Rachman (lima dari kanan) menyerahkan bantuan secara simbolik uang tunai senilai Rp 2 Miliar pada warga Sade disaksikan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah dan Forkopimda, Selasa (25/8).

 

 

LombokPost - Pemulihan kawasan rumah adat Sasak Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pascakebakaran mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu bantuan terbesar datang dari PT Sapo Development dengan nilai Rp 2 miliar. Bantuan tersebut disiapkan untuk mendukung pemulihan masyarakat dan kawasan yang terdampak musibah kebakaran.

 

Bantuan tersebut tidak datang begitu saja. Dalam prosesnya, Abd Rachman turut menjadi penghubung antara PT Sapo Development melalui Mr. Alvaro dengan pemerintah daerah. Komunikasi itu kemudian mempertemukan niat perusahaan membantu dengan kebutuhan penanganan korban yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat.

 

“Saya mencoba menjembatani komunikasi antara Mr. Alvaro dengan pemerintah daerah. Karena ini menyangkut bantuan untuk masyarakat, tentu kita ingin prosesnya terbuka dan bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang terdampak,” ujar pria yang juga diketahui Ketua Komisi 3 DPRD Kota Mataram ini.

 

Rachman mengatakan, kepedulian Alvaro dan PT Sapo Development Lombok terhadap masyarakat Sade perlu diwujudkan melalui mekanisme yang jelas. Karena itu, bantuan tersebut diarahkan dikelola secara bersama agar penyalurannya dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran.

 

Baca Juga: Pulihkan Desa Adat Sade, Pemerintah Daerah Butuh Bantuan Pusat juga Swasta

 

“Yang saya lakukan adalah bagaimana niat baik dari Mr. Alvaro dan Sapo Development ini bisa tersampaikan kepada pemerintah, kemudian dikelola bersama supaya penyalurannya tepat sasaran,” sambungnya.

 

Pertemuan tersebut kemudian dihadiri Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dandim, Kapolres, Sekda, Kalak BPBD, staf ahli, camat, kepala desa, Waka Polres, unsur Dinas Pendidikan, serta keluarga masyarakat yang terdampak kebakaran di Dusun Adat Sasak Sade. 

 

Pertemuan itu sekaligus menjadi forum memastikan seluruh bantuan yang masuk dikelola secara terbuka. Pemerintah tidak ingin musibah kebakaran justru memunculkan kecurigaan maupun tudingan bantuan dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

 

“Makanya saya sampaikan, kami harus berkumpul dulu supaya tidak ada kecurigaan di antara kita terkait dengan penyaluran bantuan ini,” kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

 

Menurutnya, seluruh pihak harus saling menjaga agar tidak muncul fitnah. Baik terhadap kepala dusun, kepala desa, tokoh masyarakat maupun pihak lain yang terlibat dalam penanganan pascakebakaran.

 

Baca Juga: BTN Salurkan Bantuan untuk 320 Warga Terdampak Kebakaran Sade

 

Ia menegaskan, tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan bencana untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompok tertentu. “Tidak boleh,” tegasnya.

 

Dalam forum tersebut juga dipaparkan sejumlah bantuan yang telah diterima maupun masih dalam proses. Pemerintah Provinsi NTB melalui Wakil Gubernur NTB memberikan bantuan Rp 50 juta. Kemudian Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar Sari Yuliati, memberikan bantuan Rp 200 juta.

 

Ada pula bantuan senilai Rp 1 miliar yang disebut berasal dari Rafi Ahmad dan The Dudas. Namun, dana tersebut belum diterima karena masih dalam proses transfer. Bantuan itu nantinya akan masuk ke rekening bersama yang disiapkan sebagai rekening penampung.

 

Sementara itu, PT Sapo Development Lombok melalui Mr. Alfaro memberikan bantuan Rp 2 miliar. Bantuan tersebut juga akan ditransfer ke rekening bersama setelah proses administrasi selesai.

 

Baca Juga: Asisten II Panen Kangkung di Lomba P2L, Perkuat Ketahanan Pangan Warga Mataram

 

Jika seluruh bantuan tersebut terealisasi, totalnya mencapai sedikitnya Rp 3,25 miliar. Angka itu belum termasuk bantuan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang nilainya masih dalam proses verifikasi.

 

“Ada bantuan sebesar Rp 50 juta dari Pemerintah Provinsi NTB. Kemudian bantuan dari anggota DPR RI Sari Yuliati sebesar Rp 200 juta. Kemudian ada yang disebut nilainya Rp 1 miliar, tetapi uangnya belum diterima karena masih dalam proses transfer,” jelasnya.

 

Bantuan lain datang dari Bazar Mandalika dengan nilai sekitar Rp 3,6 juta. Sedangkan IDI juga disebut akan memberikan bantuan, tetapi jumlahnya masih diverifikasi.

 

Pemerintah desa nantinya menyiapkan rekening bersama sebagai rekening penampung bantuan. Mekanisme tersebut diharapkan dapat membuat seluruh dana yang masuk tercatat dan mudah dipertanggungjawabkan.

 

“Jangan sampai kemudian sebelum ada uang kita sudah ribut dulu. Jadi ini adalah bentuk transparansi kita bersama,” tegas Pathul.

 

Baca Juga: TGB Tegaskan Suami Tak Boleh Lalai Menafkahi Keluarga

 

Logistik Mulai Berdatangan

 

Selain bantuan uang, berbagai bantuan logistik juga terus berdatangan untuk korban kebakaran. Bantuan tersebut antara lain berupa beras, mi instan, tikar, sembako, dan berbagai kebutuhan lainnya. 

 

Pemerintah menilai bantuan logistik harus dikelola dengan baik. Agar tidak habis sebelum seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan.

 

“Jangan sampai barang-barang logistik ini tersalurkan kepada orang yang tidak berhak. Kalau semua meminta makanan itu bisa habis. Maka tujuannya adalah berbagai logistik ini bagi yang terdampak,” ujarnya.

 

Baca Juga: Dampak Kebakaran Desa Wisata Sade, Kerugian Material Tembus Rp 34 Miliar

 

Menurutnya, masyarakat dan pihak yang memberikan bantuan tentu mengharapkan bantuan tersebut diterima oleh korban kebakaran. Karena itu, distribusinya harus dilakukan secara terukur.

 

“Orang-orang yang berniat memberikan bantuan ini memberikan bantuan untuk mereka yang terdampak,” katanya.

 

Sade Tak Sekadar Dibangun Kembali

 

Di tengah proses penyaluran bantuan, pemerintah mulai memikirkan penataan kembali kawasan rumah adat Sasak Sade. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah disebut tengah berkomunikasi dengan pemerintah pusat membahas konsep pembangunan kembali bangunan-bangunan yang terbakar. 

 

Penataan tersebut tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi kawasan seperti sebelumnya, tetapi juga memperkuat mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

 

Baca Juga: Pemprov NTB Gerak Cepat, Kebut Rekonstruksi Desa Wisata Sade Pascakebakaran

 

Salah satu persoalan yang akan dibahas adalah penggunaan alang-alang sebagai material atap rumah adat. Sebagian pihak menginginkan alang-alang tetap digunakan karena menjadi bagian dari identitas rumah adat Sasak sekaligus daya tarik wisata Sade.

 

Namun, ada pula kekhawatiran material tersebut membuat bangunan lebih rentan terhadap kebakaran. Pemerintah menilai keputusan tersebut tidak boleh diambil berdasarkan keinginan individu. 

 

Seluruh pihak perlu duduk bersama melalui forum group discussion (FGD). “Kalau memang seperti itu yang menjadi kesepakatan kita semua, ya mari kita lakukan bersama-sama,” katanya.

 

Sementara itu, Mr. Alvaro menyampaikan bantuan Rp 2 miliar tersebut bukan bentuk kepedulian yang berhenti pada satu kali pemberian. Ia mengaku telah sekitar empat tahun menjalankan bisnis di kawasan Mandalika dan Kuta. Selama itu, pihaknya juga membangun relasi dengan masyarakat, termasuk pemuda dan pekerja dari Rembitan serta Kecamatan Pujut.

 

Baca Juga: Mengenal Sisi Unik Desa Sade: Jejak Kearifan Leluhur yang Tetap Hidup di Tengah Ujian

 

Ia mengaku senang dapat ikut memikirkan pemulihan Sade bersama pemerintah dan masyarakat. Alvaro mengatakan, PT Sapo Development juga menyiapkan kegiatan sosial lanjutan untuk membantu pemulihan Sade. 

 

Salah satunya melalui penggalangan dana yang dikemas dalam kegiatan hiburan di kawasan Kuta. “Minggu depan ini sudah mulai di beach club untuk beberapa artis. Nanti bagaimana dia akan melakukan penggalangan dana melalui hiburan untuk Sade,” katanya.

 

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang membantu masyarakat Sade. “Jadi tidak hanya sekadar hari ini saja (sumbangan dua miliar rupiah), tetapi terus berkesinambungan dengan pola-pola yang berbeda,” ujarnya.

 

PT Sapo Development Lombok merupakan perusahaan pengembang properti (real estate). Berelasi internasional asal Spanyol yang berfokus pada proyek pariwisata dan residensial di Lombok.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sapo Development Bantuan Sade Abd Rachman DPRD Mataram Bencana Sade Lalu Pathul Bahri Donasi Kebakaran Sade