Rekonstruksi Masjid Sade Temui Titik Terang, BTT Loteng Diusulkan Naik ke Rp 9 Miliar

Lestari Dewi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:00 WIB
ANGGARAN MASJID KLIR: Warga bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan masjid yang terbakar di Desa Wisata Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Kamis (27/8).
ANGGARAN MASJID KLIR: Warga bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan masjid yang terbakar di Desa Wisata Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Kamis (27/8).

 

LombokPost - Pembangunan kembali Masjid Dusun Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah (Loteng), akhirnya menemui titik terang. Wakil Bupati (Wabup) Loteng M Nursiah memastikan proses rekonstruksi fasilitas ibadah itu akan sepenuhnya ditangani lembaga nonpemerintah (non-governmental organization/NGO), yaitu MIM Foundation.

“MIM Foundation sudah menyampaikan komitmennya kepada kami, termasuk kepada Pak Bupati dan Pak Gubernur. Mereka menyatakan siap membangun kembali masjid Sade dan akan menyesuaikan desainnya dengan karakteristik lokal,” ujar Nursiah, Kamis (27/8).

Baca Juga: MIM Foundation Siap Danai Pembangunan Masjid Desa Wisata Sade

Politisi Partai Golkar ini menyampaikan rasa syukurnya atas kepedulian berbagai pihak terhadap pemulihan Dusun Sade. Menurutnya, kepastian keterlibatan MIM Foundation langsung menjawab keraguan terkait sumber dana pembangunan masjid.

Meski dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, Pemkab Loteng menegaskan pentingnya tata kelola dan koordinasi yang rapi agar pembangunan tidak menabrak aturan maupun tatanan adat yang ada.

“Banyaknya perhatian ini harus kita kelola dengan seksama, tidak boleh sembarangan. Langkah awalnya, desain masjid harus disepakati terlebih dahulu melalui uji publik. Setelah ada kesepakatan, proses pembangunan baru bisa dimulai sesuai dengan kewenangan masing-masing,” pungkasnya.

Baca Juga: Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Sade, Demokrat Desak Rekonstruksi Libatkan Tokoh Adat

Sementara itu, DPRD Loteng resmi menuntaskan rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan 2026. Dalam pembahasan itu, pihak legislatif mendorong pemerintah daerah memperbesar alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mempercepat penanganan berbagai musibah yang melanda wilayah setempat.

Anggota DPRD Loteng Adi Bagus Karya Putra menyatakan, langkah cepat dan konkret sangat dibutuhkan saat ini. Sebab itu, koordinasi intensif dengan jajaran eksekutif terus dimaksimalkan.

Baca Juga: Menenun Asa di Desa Wisata Sade Rembitan, Senyum Anak-anak dan Rajutan Harapan di Tenda Darurat

“Kami akan berdiskusi kembali dengan pemerintah daerah mengenai langkah-langkah cepat yang harus segera dilakukan,” ujar pria yang akrab disapa Bajang Bagus itu.

Politisi Partai Demokrat ini membeberkan, anggaran BTT yang semula dialokasikan sebesar Rp 2,5 miliar diusulkan naik menjadi Rp 9 miliar dalam APBD Perubahan 2026. Penambahan dana darurat ini diharapkan dapat dialokasikan secara proporsional, salah satunya untuk percepatan pemulihan kawasan cagar budaya dan destinasi prioritas.

Legislatif secara khusus mendorong agar sebagian dari tambahan dana BTT itu diarahkan untuk mendukung rekonstruksi Desa Wisata Sade yang terdampak musibah.

“Selama tidak menyalahi regulasi yang berlaku, kami di DPRD mendorong penuh agar pemulihan Desa Sade bisa terealisasi secepat mungkin,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Loteng ini. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
wabup lombok tengah belanja tidak terduga (btt) masjid MIM Foundation Desa Wisata Sade