LombokPost - Dampak ekonomi dari gelaran MotoGP Mandalika diproyeksikan menyentuh angka Rp 5,3 triliun pada musim 2026. Angka ini meningkat dibanding capaian tahun-tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp 4,2 triliun pada 2024 dan Rp 4,6 triliun pada 2025.
Chairman Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Reza Warokka menyampaikan optimisme itu lantaran tingginya animo masyarakat. Penyelenggara melihat adanya peningkatan animo pembelian tiket dan membaiknya pemesanan akomodasi, sehingga arus pertumbuhan ekonomi terus berjalan.
“Saya rasa ini akan kami kaji ke depan yang menandakan setiap tahun target naik,” ujarnya, Minggu (6/9).
Baca Juga: Glamping dan Campervan, Siap Sambut Penonton MotoGP Mandalika 2026
Pertumbuhan positif dan tingginya dampak ekonomi ini juga didukung kepastian pemerintah pusat yang resmi mengambil peran lebih besar. Pemerintah memastikan pembayaran hosting fee MotoGP Mandalika 2026 dijamin melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepastian itu disampaikan Bappenas. Penyalurannya bakal berada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang kini memiliki bidang khusus industri olahraga.
“Berapa sharing APBN untuk pembayaran hosting fee MotoGP Mandalika masih kita tunggu. Namun, pemerintah pusat menegaskan soal hosting fee sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi,” tegas Troy.
Baca Juga: Gubernur NTB: Early Warning KPK Jadi Momentum Berbenah, Pemprov dan DPRD Bergerak Bersama
Sementara itu, menyinggung kesiapan teknis jelang balapan yang dijadwalkan berlangsung pada 9—11 Oktober, ITDC mencatat progresnya sudah mencapai 80 persen tanpa kendala berarti.
“Pembenahan terdekat yang akan dilakukan di sirkuit yakni pengecatan ulang lintasan dan beberapa aset di sekitar trek Sirkuit Mandalika,” pungkas Troy.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post