LombokPost - Kebangkitan Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), pascamusibah kebakaran mulai terlihat. Warga setempat kini bergerak cepat membangun kembali kediaman mereka yang sempat hangus dilalap si jago merah.
Kondisi itu dipastikan langsung Wakil Bupati (Wabup) Loteng M Nursiah saat turun meninjau perkembangan lokasi dan aktivitas warga.
Usai menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran, Nursiah menyempatkan diri berbincang hangat dengan warga yang tengah bergotong royong.
Di atas puing-puing sisa kebakaran, kerangka bangunan baru berbasis bahan tradisional seperti kayu, bambu, dan atap alang-alang mulai berdiri.
Nursiah mengungkapkan, ada dorongan kuat yang membuat warga bergerak cepat membangun kembali tempat tinggal mereka, yakni menyambut gelaran MotoGP serta mengantisipasi datangnya musim hujan.
“Mereka semata-mata ingin ketika ada wisatawan datang, Sade sudah menyuguhkan kondisi baru pascakebakaran,” ujar Nursiah, Selasa (15/9).
Baca Juga: Pemkab Loteng Bantu Perlengkapan Sekolah Anak Sade
Ia mengapresiasi semangat warga yang tak ingin membiarkan aktivitas budaya mereka terhenti. Warga memilih bersiap lebih awal agar bisa kembali merajut asa, melayani wisatawan yang datang, hingga melanjutkan aktivitas khas mereka seperti menyesek kain tenun Sasak.
Kendati gelombang bantuan dari para donatur terus mengalir, Nursiah tidak menampik bahwa kebutuhan pokok sehari-hari warga masih memerlukan perhatian.
Sebab itu, ia menegaskan agar warga tidak perlu merasa khawatir karena pemerintah tidak akan pernah lepas tangan.
“Sade ini kampung budaya yang sudah terkenal hingga kancah internasional. Tentu ini menjadi perhatian serius dari kementerian, pemerintah provinsi, maupun kabupaten,” tegasnya.
Terkait penataan fisik jangka panjang, Pemprov NTB saat ini tengah merampungkan rancangan kawasan Desa Wisata Sade dengan melibatkan akademisi dari Universitas Mataram (Unram).
Baca Juga: Rekonstruksi Lambat, Warga Sade Bangun Hunian Mandiri
Setelah rancangan itu tuntas, pemerintah daerah bakal menggelar sosialisasi mendalam kepada masyarakat setempat.
Nursiah mengakui, jika nantinya desain dari akademisi berbeda dengan bangunan yang saat ini terlanjur didirikan warga, langkah dialogis akan tetap dikedepankan. Pemerintah akan memusyawarahkan kembali apakah masyarakat menyetujui desain itu atau memiliki pertimbangan lain.
“Sekarang yang terpenting warga ada aktivitas dulu. Yang jelas, pemerintah hadir dan terus mengawal pemulihan Dusun Sade hingga kembali pulih seperti sediakala,” pungkasnya.
Terpisah, Asisten II Setda NTB Lalu Moh Faozal mengatakan, percepatan pembangunan menjadi bagian dari upaya mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat Sade pascakebakaran.
Baca Juga: Tanggap Darurat Sade Diperpanjang hingga 19 September
“Ada isu utama yang kita segerakan untuk event MotoGP ini yakni museum dengan fasilitas yang lain termasuk ada bantuan untuk yang menenun dan artshop akan diselesaikan juga,” katanya.
Selain museum dan fasilitas ekonomi, pemerintah juga tengah menyelesaikan master plan rekonstruksi kampung Sade secara menyeluruh. Ini mencakup pembangunan fasilitas umum seperti masjid, sekenem, serta toilet.
“Seluruh desain sedang disiapkan Fakultas Teknik Universitas Mataram,” ujarnya.
Pemerintah juga akan menyiapkan relokasi sementara warga untuk mendukung proses rekonstruksi rumah di kawasan Sade.
“Sejumlah 40 unit rumah yang dibangun pada 2018 lalu di samping kantor desa telah disiapkan, meski kelayakannya masih akan dipastikan terlebih dahulu,” tutup dia.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post