Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lima Kecamatan di Sumbawa Terendam Banjir, Warga Kesulitan Air Bersih

Islamuddin • Senin, 11 Januari 2021 | 16:42 WIB
BANJIR: Seorang warga di perumahan nelayan Kampung Baru, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak sedang melewati genangan air setinggi dada orang dewasa yang membanjiri rumahnya, belum lama ini. (Subhan for Lombok Post)
BANJIR: Seorang warga di perumahan nelayan Kampung Baru, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak sedang melewati genangan air setinggi dada orang dewasa yang membanjiri rumahnya, belum lama ini. (Subhan for Lombok Post)
SUMBAWA-Hujan deras mengakibatkan pemukiman warga di sejumlah desa dan kelurahan terendam banjir, akhir pekan lalu. ’’Sebanyak 4.916 warga terdampak banjir,’’ kata Plt Kepala BPBD Sumbawa M. Nurhidayat, Minggu (10/1).

Banjir merendam wilayah di Kecamatan Moyo Hilir, Labuhan Badas, Moyo Utara, Rhee dan Sumbawa. Di Kecamatan Moyo Hilir, banjir terjadi di Desa Moyo, Moyo Mekar dan Serading.

Sementara di Desa Moyo, banjir terjadi di Dusun Karang Orong dan Brang Beru. Di Dusun Karang Orong sebanyak 55 kepala keluarga (KK) dengan 220 jiwa terdampak banjir. Di Dusun Brang Beru, sebanyak 104 kepala keluarga dengan 416 jumlah jiwa.

Di Desa Moyo Mekar, banjir menerjang Dusun Moyo Bawah, Moyo Atas dan Stober. Di Dusun Moyo Bawah sebanyak 115 KK dengan 460 jumlah jiwa yang terdampak banjir. Di Dusun Moyo Atas, sebanyak 25 KK dengan 100 jumlah jiwa. Di Dusun Stober sebanyak 25 KK dengan 100 jumlah jiwa.

Di Desa Serading, banjir meredam rumah di Dusun Karang Jati, Serading, dan Ai Nunuk. Di tiga dusun ini, banjir menyebabkan rumah warga rusak ringan, hanyut, dan roboh. Di Dusun Karang Jati sebanyak 26 KK dengan 104 jumlah jiwa terdampak banjir. Di dusun ini sebanyak 18 rumah warga rusak ringan.

Di Dusun Serading sebanyak 328 KK dengan 1.312 jumlah jiwa terdampak banjir. Di dusun ini 25 rumah rusak ringan. Di Dusun Ai Nunuk sebanyak 36 KK dengan 144 jumlah jiwa terdampak. Di dusun ini, sebanyak satu rumah roboh dan satu rumah hanyut.

Di Kecamatan Labuhan Badas, banjir menggenangi Dusun Padak, Desa Labuhan Sumbawa. Sebanyak 110 KK dengan 440 jiwa terdampak banjir. Selain itu, 110 rumah milik warga juga terdampak.

Di Kecamatan Moyo Utara, banjir terjadi di Dusun Pungkit A, Desa Pungkit. Sebanyak 34 KK dengan 136 jumlah jiwa terdampak. Di Kecamatan Rhee, banjir terjadi di Dusun Poto Pedu, Desa Rhee dan sebanyak 246 KK dengan 984 jiwa terdampak.

Sedangkan di Kecamatan Sumbawa, banjir menerjang Kelurahan Samapuin, Brang Bara dan Bugis. Di Kelurahan Samapuin sebanyak 25 KK dengan 100 jumlah jiwa terdampak. Di Kelurahan Brang Bara sebanyak 60 KK dengan 240 jumlah jiwa terdampak. Di Kelurahan Bugis sebanyak 40 KK dengan 160 jumlah jiwa terdampak.

’’Tidak ada korban jiwa saat banjir,’’ ungkap Nurhidayat. Dia menjelaskan, banjir disebabkan hujan deras, sehingga air sungai meluap. ’’Tinggi air di setiap wilayah berbeda. Ada yang ketinggiannya satu meter, bahkan ada yang hampir dua meter,’’ ujarnya.

Air naik pada Jumat (8/1) sore. Pada Sabtu (9/1) dinihari, air sempat surut. Namun air kembali naik pada pagi hari di sejumlah lokasi. Seperti di Kecamatan Moyo Hilir. Namun, setelah siang, air telah surut. "Dari pantauan kami yang paling parah terjadi di Kecamatan Labuhan Badas. Tinggi airnya hampir dua meter," ujar Dayat.

Setelah kejadian ini, BPBD Sumbawa melakukan pendataan terhadap korban banjir. Lalu dilaporkan ke Pemda Sumbawa, Pemprov NTB, dan pemerintah pusat. ’’Gubernur NTB langsung merespon untuk datang ke Sumbawa dan memberikan bantuan,’’ ujarnya.

BPBD juga sudah mendistribusikan bantuan berupa air bersih kepada para korban banjir. Karena banjir merendam sumur milik warga. ’’Warga kekurangan pasokan air bersih. Kami juga akan segera mendistribusikan bantuan makanan instan bagi para korban,’’ katanya.

Tidak hanya merendam pemukiman warga, sejumlah infrastruktur di sejumlah wilayah sudah rusak. Seperti di Kecamatan Tarano dan Empang. Semua saluran irigasi sudah hancur akibat banjir.

"Kami sudah bekerja sama dengan pihak BWS dan Pemprov NTB terkait perbaikan irigasi. Sekarang dananya sedang dicari. Ini juga akan saya sampaikan langsung ke pak gubernur nanti," kata dia. (run/r8) Editor : Islamuddin
#Banjir Sumbawa #Banjir