Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mutiara Sumbawa Bakal Diekspor Awal Tahun Ini, Dikirim ke Australia dan China

Galih Mega Putra S • Jumat, 12 Januari 2024 | 17:25 WIB

Baiq Nelly Yuniarti. (Ferial/Lombok Post)
Baiq Nelly Yuniarti. (Ferial/Lombok Post)

LombokPost-Pulau Sumbawa memiliki banyak komoditas potensi ekspor non tambang. Di awal 2024 ini, Dinas Perdagangan (Disdag) NTB memperkirakan komoditas mutiara yang akan diekspor dengan tujuan pasar Australia dan China.

"Tahun ini yang SKA (surat keterangan asal) nya baru mutiara,” ujar Kepala Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti, Kamis (11/1).

Pulau Sumbawa memiliki banyak komoditas yang berpotensi diekspor selain tambang di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Di antaranya, komoditas rumput laut, jagung, mutiara, vanili organik, dan masih banyak lagi.

“Tapi vanili organik belum kita masuk ke sana. Memang saat ini yang menguasai (ekspor, Red) rumput lautnya, kemudian jagung dan mutiara,” sambungnya.

Baca Juga: Survei Pasar, Disdag NTB Jaga Stabilitas Harga Bapok

Mengingat ini masih awal tahun, lanjut dia, belum banyak yang terlihat akan melakukan ekspor. Namun jika dilihat dari kesiapan SKA, baru komoditas mutiara yang siap akan melakukan ekspor. “Kalau mutiara memang rutin, sedangkan komoditas lain belum (ekspor,Red) karena tergantung musim panen,” jelasnya.

Komoditas mutiara ini, kata perempuan berhijab tersebut, biasanya diekspor ke Australia dan China. Untuk China, ekspornya berupa kulit atau cangkang kerang mutiara. “Jadi bukan lagi mutiaranya,” kata Nelly.

“Rumput laut juga sama ke China, karena pasar ekspor kita rata-rata ke China,” lanjutnya.

Baca Juga: Kolaborasi Pendidikan, Unram Lakukan MoU dengan Duta Besar Palestina

Berbicara soal ekspor non tambang, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis data ekspor NTB per November 2023. Ekspor non tambang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Yakni dari USD 4,07 juta menjadi USD 5,13 juta atau naik 15,98 persen. Jika dibandingkan 2022 di bulan yang sama, ekspor non tambang naik 39,34 persen.

Kelompok komoditas ekspor non tambang berupa perhiasan/permata sebesar USD 3,949 juta atau 1,40 persen dari total ekspor NTB secara keseluruhan. Kemudian disusul komoditas ikan dan udang sebesar USD 758.113 atau 0,30 persen. Komoditas garam, belerang, kapur sebesar USD 383.653 atau 0,15 persen. “Serta daging dan ikan olahan sebesar USD 167.844 atau 0,07 persen,” kata Kepala BPS NTB Wahyudin. (fer/r8)

Editor : Kimda Farida
#disdag #Sumbawa #mutiara