Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat Jadi Solusi Pertanian Jereweh

M Islamuddin • Selasa, 26 Maret 2024 | 16:45 WIB
SERAHKAN BANTUAN: Bupati KSB HW Musyafirin menyerahkan bantuan kepada masyarakat Jereweh saat Safari Ramadan, Minggu (23/3). (FARUK/LOMBOK POST)
SERAHKAN BANTUAN: Bupati KSB HW Musyafirin menyerahkan bantuan kepada masyarakat Jereweh saat Safari Ramadan, Minggu (23/3). (FARUK/LOMBOK POST)

LombokPost-Bendungan Tiu Suntuk, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bisa menjadi solusi bagi masalah pertanian Kecamatan Jereweh.

Saat ini, cukup banyak lahan pertanian masyarakat yang terancam gagal tanam dan panen akibat kurangnya ketersediaan air.

”Pemerintah sedang berupaya, bagaimana pembangunan Bendungan Tiu Suntuk di Kecamatan Brang Ene bisa menjadi solusi petani di Kecamatan Jereweh,’’ janji Bupati KSB HW Musyafirin saat Safari Ramadhan di Kecamatan Jereweh, Minggu (24/3).

Masyarakat berharap, kekeringan yang dialami sekitar 120 hektare lahan di Lang Desa dan 700 hektare di Dusun Jelenga bisa segera tertangani.

Bupati menegaskan, saat ini pembangunan bendungan Tiu Suntuk hampir memasuki tahap akhir dan akan segera dioperasikan. ”Kekeringan ini memang menjadi problem di semua wilayah. Kekurangan air untuk irigasi pertanian menjadi masalah utama,’’ jelasnya.

Bupati mengakui, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menyelesaikan keluhan petani di Kecamatan Jereweh.

Bendungan Lang Desa yang ada di wilayah tersebut beberapa kali diupayakan pemerintah untuk dilakukan perbaikan.

Hanya saja, bendungan ini dari hasil kajian tim teknis punya masalah sendiri.

Di bawah bendungan ada rongga cukup besar dan ini sangat berisiko jika dipaksakan.

”Di bawah bendungan itu ada rongga cukup besar dan beresiko kalau terus dikerjakan. Itu kenapa perbaikannya tidak kita lanjutkan, satu-satunya solusi kita akan siapkan jaringan dari Tiu Suntuk ke Kecamatan Jereweh,’’ terangnya.

Pembangunan jaringan irigasi untuk sektor pertanian di Kecamatan Jereweh dipastikan akan menelan dana cukup fantastis.

Jaringan sepanjang hampir 50 kilometer lebih dari Kecamatan Brang Ene menuju Kecamatan Jereweh itu diperkirakan menelan anggaran Rp 864 miliar lebih.

”Ini bukan untuk Jereweh saja, tapi mencakup banyak hal. Termasuk untuk lahan pertanian di Lamunga hingga kebutuhan air baku untuk kawasan industri di Maluk,’’ janjinya.

Menurut bupati, pemerintah sedang menyiapkan proposal Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) atau dokumen perencanaan awal.

”Ini sudah disetujui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara. Panjang jaringan irigasinya sekitar 50 kilo meter,’’ paparnya.

Selain jaringan irigasi, dalam dokumen FS dan DED yang diajukan Pemda KSB itu juga mencakup adanya pembangunan terowongan sepanjang 3 kilometer.

Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan jaringan ini diakuinya lebih masih lebih murah dibanding jaringan irigasi Bendungan Bintang Bano menuju Kecamatan Poto Tano.

”Kalau untuk Bintang Bano itu angkanya hampir menembus Rp 1 triliun. Ini sedang kami perjuangan, dan insya Allah saya bersama pak Sekda akan kembali mengkomunikasikan ini dengan sejumlah pihak terkait,’’ janjinya. (far)

 

Editor : Kimda Farida
#KSB #Sumbawa #Bendungan