LombokPost-Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengucurkan anggaran lebih dari Rp 1 miliar, untuk membangun dermaga apung di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB Muslim menjelaskan, saat ini Desa Labuhan Jambu semakin dikenal sebagai salah satu lokasi wisata bahari Hiu Paus di Tanah Air.
Untuk mendukung itu, karena dinilai dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, maka harus dilengkapi dengan fasilitas memadai.
“Untuk sekarang, dermaga apung ini menjadi satu dari sekian sarpras yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran dermaga apung akan berfungsi sebagai titik kumpul bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Yang ingin menuju lokasi untuk menikmati pesona wisata bahari Hiu Paus di Teluk Saleh.
Selain pemerintah pusat, Muslim juga mengaku pemprov ikut turun tangan, memberi atensi pada pengembangan wisata bahari Hiu Paus, dengan membangun kantor pusat informasi.
Meski tidak menyebut angka pasti, namun dana tersebut telah tertuang di APBD.
Pusat informasi pelayanan ini berfungsi memberi gambaran agar para wisatawan paham tentang apa yang seharusnya mereka bisa lakukan, selama menikmati waktunya dengan Hiu Paus di Teluk Saleh.
Kantor tersebut dilengkapi ruang kesehatan, toilet, ruang operator, ruang tunggu, dan lainnya. “Kita desain seperti itu,” kata dia.
DKP NTB telah membuat pengaturan agar dampak ekonomi dari pengelolaan kawasan tersebut, tetap dirasakan pemerintah desa dan pihak terkait.
“Dari penjualan tiket sudah kita alokasikan, nanti dibagi sebesar 30 persen untuk desa, operator dan yang lainnya, ini karena kita harus mengedepankan keterlibatan masyarakat,” terang kepala dinas.
Selain itu, kantor pusat informasi tersebut juga dilengkapi dengan pos terpadu. Ini karena pemprov, melalui APBD, akan membeli sejumlah unit speedboat bermesin 40 pk, yang nantinya akan pakai oleh polairud untuk kegiatan patroli, dan memantau aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Pemprov NTB berharap, dengan semua pengaturan ini, kegiatan wisata bahari Hiu Paus di Teluk Saleh bisa berlangsung lebih lama. Sehingga dapat memberikan dampak ekonomi berkepanjangan bagi masyarakat.
“Kalau mau umur wisata ini panjang, harus diatur. Karena yang mendapatkan manfaat bukan pemerintah saja tetapi masyarakat juga,” tandas Muslim.
Kepala Desa Labuhan Jambu Suhardi mengakui dermaga apung menjadi salah satu sarana dan prasarana yang telah lama diharapkan pemerintah desa, dalam rangka pengembangan pelayanan sektor pariwisata di daerah tersebut.
“Ini yang kita harap-harapkan, dan kami bersyukur Alhamdulillah, pemerintah pusat dan provinsi merespons apa yang menjadi kebutuhan kami,” kata dia. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida