LombokPost--PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) menggelar acara buka giling kesembilan di lokasi pabriknya di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Kamis (20/6).
Tema yang diangkat, "Dengan Semangat Kolaborasi dan Kemitraan, Mari Menjadikan Dompu sebagai Sentra Produksi Gula Kebanggaan Nusa Tenggara Barat".
"Latar belakang pemilihan tema sangat terkait dengan potensi perkebunan tebu melalui mekanisme kemitraan yang semakin prospektif dari hari ke hari di Kecamatan Pekat," kata Direktur PT SMS Sentosa Setiawan.
Ia menjelaskan saat ini semakin banyak petani di Kecamatan Pekat yang tertarik menanam tebu sekaligus menjadi mitra perusahaan.
Apalagi setelah melihat hasilnya yang jauh lebih menguntungkan dibanding dengan komoditas lain.
Menurutnya, kemitraan adalah masa depan perusahaan.
Sentosa berharap selanjutnya kontribusi kemitraan terhadap pasokan atau suplai bahan baku perusahaan bisa mencapai 80 persen sehingga suplai dari perkebunan milik perusahaan hanya tersisa sekitar 20 persen.
"Karena itulah mengapa kemitraan adalah masa depan kita bersama di Kecamatan Pekat ini,” jelasnya.
Pada masa panen yang kesembilan, berdasarkan data perusahaan, diperkirakan tahun ini luas lahan yang akan dipanen adalah sekitar kurang lebih 4 ribu hektare (Ha).
Dari jumlah tersebut, 3 ribu Ha diantaranya adalah lahan perkebunan yang berbasiskan kemitraan dengan melibatkan petani dari beberapa desa di Kecamatan Pekat.
Mengacu luas lahan yang akan dipanen, diperkirakan akan menghasilkan tebu sekitar 265 ribu metrik ton (MT) dan menghasilkan gula kristal putih 20 ribu MT lebih.
Perusahaan bertekad pada acara buka giling tahun depan akan ada 5 ribu hektare lebih lahan yang akan dipanen dengan produksi tebu diperkirakan sekitar 350 ribu MT dan 28 ribu MT lebih gula kristal putih.
“Misi perusahaan untuk tahun depan adalah lahan panen meluas dan kemudian secara perlahan Dompu akan menghasilkan produksi gula kristal putih dengan jumlah yang signifikan. Ini yang akan menjadikan Dompu sebagai satu-satunya kabupaten sentra produksi gula di NTB,” kata Sentosa.
Selain itu, perusahaan juga berharap petani tebu, kelompok tani, dan koperasi petani tebu, semakin mandiri dalam mengelola perkebunan tebu.
Mereka juga didorong semakin aktif dalam menggalang kebersamaan dalam rangka menguatkan kelembagaan kelompok tani tebu.
Dia meyakini akan semakin banyak stakeholder komoditas tebu dan gula yang terlibat dalam menyukseskan Kabupaten Dompu menjadi sentra produksi gula di NTB.
Perusahaan juga berharap Pemda Dompu semakin nyata memberikan dukungan, baik kepada dunia usaha (perusahaan) maupun kepada petani mitra.
Pemda diharapkan bisa semakin suportif dan atentif kepada semua sektor yang telah nyata-nyata memberikan kontribusi kepada perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat daerah.
“Kami sangat yakin dibawah petunjuk dan bimbingan kepala daerah dan pemerintah daerah, tebu bisa menjadi salah satu komoditas andalan dan unggulan daerah Kabupaten Dompu yang bisa eksis secara berdampingan dengan sektor dan komoditas andalan lainnya secara jangka panjang," imbuhnya.
CEO Samora Group Yohan Setiawan sangat berharap ke depannya bisa terbangun koordinasi dan kerja sama yang intensif dan konstruktif antara dunia usaha terutama pihak perusahaan dengan bupati dan jajaran Pemda Dompu melalui organisasi perangkat daerah terkait.
"Hal tersebut sangat diperlukan, bukan saja untuk perusahaan dan petani, tapi juga pemerintahan daerah yang juga dipastikan memiliki tekad yang sama yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan para petani daerah," jelasnya.
Acara Buka Giling PT. SMS dihadiri Wakil Bupati Dompu Syahrul Parsan, kepala Dinas PUPR Dompu, kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu dan Camat Pekat.
Direktur PT SMS Sentosa Setiawan mengatakan, pihak perusahaan sangat berterima kasih kepada Pemda Dompu yang telah menghadiri acara ini.
Perusahaan berharap, komunikasi dan kerja sama dengan pihak Pemda Dompu bisa semakin dibangun dalam suasana keakraban dan ditingkatkan di masa mendatang.
Acara Buka Giling PT SMS kesembilan ini juga dihadiri banyak pihak yang terkait dengan komoditas tebu dan gula di Kecamatan Pekat.
Selain dihadiri pemilik dan top management PT SMS, turut diundang petani tebu berbasis kemitraan se Kecamatan Pekat.
Duduk di kursi tamu undangan wakil Dandim Dompu, kapolsek, danramil, beberapa kepala desa, kepala dusun, ketua RW dan RT, karyawan perusahaan, para kontraktor yang telah bekerja sama dengan perusahaan selama ini, perwakilan konsumen, pihak perbankan, dan stakeholder lainnya. (nur)
Editor : Kimda Farida