LombokPost-PT Pertamina Fuel Terminal Bima mendatangi kantor Wali Kota Bima. Mereka beraudiensi dengan Pj Wali Kota Bima Mukhtar di ruang kerja wali kota setempat, akhir pekan lalu.
Kedatangan rombongan PT Pertamina diterima Mukhtar, Plt Asisten II, dan Kepala DLH Kota Bima Syarief Bustaman.
Di hadapan rombongan PT Pertamina, Syarief mengatakan, indikasi pencemaran air sumur di Wadumbolo sudah dilakukan uji laboratorium.
Pengambilan sampling dilakukan di lokasi yang terindikasi ada unsur bahan bakar minyak (BBM).
"Setelah melakukan uji laboratorium dan pengambilan sampling di tiga lokasi yang terindikasi, ditemukan terdapat dua lokasi yang tercemar, yaitu di salah satu sumur pantau pertamina dan salah satu sumur warga sekitar," kata dia.
Pj Wali Kota Mukhtar mengatakan, akan mengagendakan kembali rapat forkopimda untuk mediasi antar warga yang ada di sekitar Wadumbolo.
"Kita akan coba cari jalan keluar bersama dan mediasi dengan warga yang terdampak pada rapat selanjutnya," katanya.
Pihak PT Pertamina Fuel Bima berharap mediasi antar warga nantinya dapat berjalan dengan aman dan memberikan hasil yang baik bagi kedua belah pihak.
Diketahui, pencemaran limbah minyak tersebut sudah kali keempat terjadi di lingkungan Wadumbolo Kelurahan Dara.
Menurut warga, limbah tersebut diduga bersumber dari Pertamina. Sebab, keberadaan tangki pertamina tidak jauh dari pemukiman warga.
Baca Juga: Antisipasi Keamanan, Seluruh Kecamatan Diidentifikasi Rawan
Kondisi air sumur tersebut sama sekali tidak bisa dipakai untuk cuci, mandi, dan minum. Selain mengeluarkan bau, warnanya juga kuning seperti minyak.
”Ini sudah keempat kali terjadi di Lingkungan Wadumbolo. Kami sayangkan sikap pemerintah daerah terkesan tidak sigap dengan persoalan tersebut,” sesal Budiman, Ketua RW setempat.
”Kami selama ini selalu merendahkan kepala, berharap persoalan ini disikapi dengan bijak. Namun, sampai hari ini kami bahkan tidak pernah tahu apa penyebab dari pencemaran sumur warga ini,” sesal Budiman. (gun/r8)
Editor : Kimda Farida