LombokPost-Banjir kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bima. Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan ratusan rumah terendam dan pohon tumbang, Rabu (1/1).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Isyrah mengatakan, bencana banjir dan pohon tumbang kembali terjadi di awal tahun 2025. “Iya, terjadi bencana banjir mengakibatkan ratusan rumah terendam dan pohon tumbang halangi jalan nasional,” kata Isyrah kepada wartawan.
Isyrah merincikan, di Desa Panda Kecamatan Palibelo terjadi pohon tumbang di depan masjid Panda, sehingga lalu lintas di sepanjang jalan nasional terganggu.
Di Desa Teke Kecamatan Palibelo banjir merendam pemukiman warga, jalan raya dan lahan pertanian warga. "Di Teke sebanyak 20 unit rumah terdampak," ujarnya.
Di Desa Belo, Kecamatan Palibelo banjir meluap ke pemukiman warga, jalan raya, serta lahan pertanian. “Ketinggian air antara 30 sampai 70 sentimeter dan menggenangi sebanyak 309 unit rumah atau 969 jiwa yang terdampak di 6 RT,” terangnya.
Selain di Kecamatan Palibelo, bencana banjir juga terjadi di Desa Cenggu, Kecamatan Belo yang mengakibatkan 150 rumah terendam atau 447 jiwa terdampak.
Di Desa Kore, Kecamatan Sanggar terjadi bencana banjir setinggi pinggang orang dewasa dan menggenangi 455 unit rumah atau 1.435 jiwa terdampak.
Banjir juga terjadi di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar dan menggenangi 61 rumah atau 191 jiwa terdampak.
Di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar terjadi banjir setinggi pinggang orang dewasa dan mengakibatkan 325 rumah atau 982 jiwa terdampak. “Tidak ada korban jiwa dan kebutuhan yang mendesak berupa bantuan logistik,” tandasnya. (man/r8)