LombokPost-Anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurlah menyoroti kondisi kritis yang dihadapi masyarakat Ambalawi akibat bencana banjir yang telah merusak lahan pertanian dan infrastruktur vital. Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak, dia menegaskan pentingnya tindakan segera dari pemerintah untuk membantu para petani yang kehilangan sumber penghidupan mereka.
"Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Kami melihat langsung bagaimana banjir telah menghancurkan sawah-sawah petani, merusak bendungan, serta mengikis lahan produktif hingga menjadi aliran sungai baru. Ini situasi yang sangat mendesak," ujar Aminurlah, Jumat (14/2).
Menurutnya, kerusakan akibat banjir meliputi hancurnya bendungan yang berfungsi mengairi sekitar 100 hektare lahan pertanian, serta meluasnya sungai hingga mencapai lebar 100-300 meter. "Akibatnya, petani kehilangan hasil panen mereka, dan tanpa tindakan cepat, ekonomi masyarakat akan semakin terpuruk dalam tiga bulan ke depan," jelasnya.
Aminurlah mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk segera mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna membantu para korban banjir. Dia menekankan bahwa dana sebesar Rp 5 miliar dibutuhkan untuk menanggulangi dampak bencana, termasuk pengerukan sungai yang dangkal dan perbaikan bendungan di Ambalawi.
"Sejauh ini bantuan yang diberikan hanya sebatas tanggap darurat, sementara masyarakat membutuhkan solusi jangka panjang. Kita harus memastikan ada langkah konkret dari pemerintah daerah dan provinsi untuk mengatasi masalah ini," tambahnya.
Selain itu, dia juga meninjau beberapa rumah warga yang hanyut akibat banjir serta jalan-jalan yang mengalami kerusakan berat hingga ringan. Menurutnya, banjir ini telah menghilangkan sumber penghidupan masyarakat, terutama lahan pertanian yang kini tidak lagi produktif karena hilangnya sistem irigasi.
"Seluruh bendungan yang mengairi sawah telah rusak total. Tidak ada satu pun yang tersisa. Jika tidak segera ditangani, ketahanan pangan masyarakat akan terganggu. Pemerintah harus segera bertindak, bukan hanya melihat, tetapi melakukan aksi nyata untuk pemulihan pasca-banjir," pungkasnya.
Dengan kondisi yang semakin kritis, masyarakat Ambalawi berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan kembali infrastruktur pertanian dan ekonomi mereka. (gun/r5)
Editor : Rury Anjas Andita