LombokPost-Petani di sejumlah desa di Kecamatan Wera dan Ambalawi, Kabupaten Bima merugi. Sekitar 300 hektare lahan sawah gagal panen.
Tanaman padi mereka rusak diterjang banjir bandang, belum lama ini. Selain itu, jaringan irigasi juga hancur. Hingga saat ini, irigasi yang mengairi sawah warga tak kunjung diperbaiki.
Baca Juga: Lotim Masuki Panen Raya, Saatnya Jaga Harga Gabah Stabil Sesuai HPP
"Ratusan hektar lahan produktif tersebut rusak parah akibat banjir melanda sejumlah desa di dua kecamatan itu. Banyak masyarakat gagal panen," kata Anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah, kemarin.
Legislator PAN ini menegaskan, asta cita yang digaungkan Presiden Prabowo harus direalisasikan pemerintah daerah. "Jadi, Pemda Bima dan Pemprov NTB harus memperbaiki semua jaringan irigasi tersebut," desak Maman, sapaan akrabnya.
Menurutnya, lahan-lahan produktif kini berubah menjadi sungai imbas dari banjir. Karena itu, dia mendesak Bupati Bima dan Gubernur NTB untuk segera mengatensi persoalan petani di Wera dan Ambalawi. "Bagaimana mungkin tercipta ketahanan pangan jika jaringan irigasi pertanian tidak diperbaiki, DAM dan bendungan tidak dibangun dengan baik," sorot dia.
Sejauh ini, Maman melihat belum ada perhatian pemerintah daerah, khusus di sektor pertanian. "Saya melihat Bupati Bima dan Gubernur NTB belum ada action untuk mengatasi kerugian petani akibat banjir itu. Harusnya bupati dan gubernur carikan solusi, segera bantu mereka," tegasnya.
"Sekali lagi ini harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah. Jika itu tidak segera dibantu perbaiki, bagaimana petani bisa menggarap lahan-lahan mereka. Lalu mereka mau makan apa," sambung Maman.
Diketahui, banjir bandang yang melanda Kecamatan Wera dan Ambalawi, Kabupaten Bima, terjadi Minggu (2/2). Bencana alam ini menelan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan kerugian materi yang cukup besar. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji