Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RSUD Kota Bima Naik Jadi Tipe C, Gedung Berlantai Tiga dan Punya 100 Tempat Tidur

nur cahaya • Sabtu, 31 Mei 2025 | 08:06 WIB

 

PEMBANGUNAN DIMULAI: Menkes Budi Gunadi Sadikin, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, dan Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin saat peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit Kota Bima.
PEMBANGUNAN DIMULAI: Menkes Budi Gunadi Sadikin, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, dan Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin saat peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit Kota Bima.

LombokPost - Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima dimulai.

Peletakan batu pertama dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, dan Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin, Rabu (28/5).

Pembangunan konstruksi RSUD Kota Bima terbagi menjadi dua pekerjaan.

Baca Juga: Tanggapan RSUD Kota Bima soal Ibu Hamil Keguguran Usai Tak Ditangani Dokter Kandungan

Pertama tahap perencanaan dan kedua tahap konstruksi.

Tahap konstruksi meliputi persiapan, SMKK dan perizinan, struktur, arsitektur dan interior, MEP, Utilitas dan bangunan penunjang, serta infrastruktur dan lansekap.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, RSUD Kota Bima merupakan satu dari 66 rumah sakit di kabupaten/kota terpencil dan terbelakang yang dinaikkan statusnya dari Tipe D menjadi Tipe C.

Baca Juga: Jadi Kado Istimewa HUt ke-6, RSUD Kota Bima Raih Akreditasi Paripurna

Ini untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas di seluruh Indonesia. 

"Revitalisasi ini mencakup peningkatan infrastruktur, peralatan, dan sumber daya manusia, sehingga RSUD dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik," katanya.

Budi menyebut, peningkatan kapasitas RSUD merupakan satu dari tiga program Quick Win yang harus dijalankan Kemenkes.

Baca Juga: Tolong! Stok Oksigen di RSUD Kota Bima Tinggal Dua Hari

Dua program lainnya adalah Cek Kesehatan Gratis sebagai kado ulang tahun dari negara dan Pengentasan Tuberkulosis (TBC).

"Dengan ketersediaan tenaga dokter spesialis dan peralatan radiologi canggih memungkinkan penanganan kasus medis yang lebih kompleks langsung di lokasi, tanpa perlu merujuk pasien ke rumah sakit dengan tingkat pelayanan lebih tinggi, seperti ke RSUP NTB yang memerlukan waktu tempuh 10 jam dari Bima. Semua akan dilayani di RSUD Kota Bima," ungkap dia.

RS Tipe C diwajibkan memiliki dokter spesialis dasar. Di antaranya, spesialis penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak.

"Kehadiran tenaga spesialis ini memungkinkan penanganan kasus medis yang lebih kompleks langsung di lokasi, tanpa perlu merujuk pasien ke rumah sakit dengan tingkat pelayanan lebih tinggi," tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Bima Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomis, Tinjau Bank Sampah Dalam Penanganan Sampah Kota Bima

Selain itu, sambungnya, RS Tipe C akan dilengkapi dengan fasilitas modern, seperti ruang operasi (OK), ICU, NICU, laboratorium lengkap, dan peralatan radiologi canggih.

Hal ini guna meningkatkan kemampuan diagnostik, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.

"Dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai, RS Tipe C juga berperan sebagai penghubung penting dalam sistem rujukan, sehingga dapat mengurangi beban rumah sakit besar dan mempercepat akses pelayanan bagi masyarakat," ujar dia.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Namun, Menkes juga menyampaikan tantangan utama dalam Quick Win ini adalah keterbatasan sumber daya manusia.

Saat ini, masih terdapat kekurangan lebih dari 600 dokter spesialis, baik spesialis dasar maupun spesialis.

Terutama dokter spesialis dengan kompetensi khusus terkait kanker, jantung, strok, dan uronefrologi (KJSU), yang sangat dibutuhkan untuk mendukung transformasi ini.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Terjamin, 99 Persen Warga Kota Bima Dijamin BPJS

“Kami memahami tantangan ini, tetapi kami yakin dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pihak swasta, kekurangan tenaga medis dapat segera teratasi. Tujuannya adalah memastikan seluruh rakyat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa perlu merujuk ke luar daerah,” tambahnya.

Menkes juga mendorong putra-putra daerah untuk meningkatkan keilmuannya di bidang kedokteran, sehingga Kemenkes akan menyiapkan beasiswa Lanjut bagi talenta kedokteran di daerah.

Dengan satu harapan, agar mereka dapat mengabdikan diri di daerah asal.

"RSUD di Kota Bima ini dapat memangkas biaya dan waktu masyarakat yang selama ini memerlukan perawatan rujukan di faskes lengkap dan tenaga medis yang profesional, seperti ke RSUP NTB. Dengan dibangunnya RSUD ini, masyarakat Kota Bima tak harus berobat lanjut ke RS provinsi, cukup di Kota Bima," pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Ahmad menjelaskan, waktu pelaksanaan proyek pembangunan RSUD Kota Bima selama 260 hari kalender sejak SPMK, dimulai 10 April 2025 hingga 25 Desember 2025.

Dengan masa pemeliharaan 365 hari sejak PHO.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

"RSUD Kota Bima sendiri memiliki luas bangunan 7.557 meter persegi," katanya.

Pembangunan RSUD Kota Bima yang berlokasi di Rabadompu menelan biaya Rp 130.380.351.000 untuk bangunan fisik.

Sarana-prasarana seperti genset, IPAL dan WTP senilai Rp 10 miliar, pengadaan alat kesehatan senilai Rp 20 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus.

Baca Juga: Kota Bima Dapat Bantuan 187 Rumah Bagi Warga Miskin dari Kemensos

"Kemudian ruang rawat inap senilai Rp 30 miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum," sebutnya.

RSUD Kota Bima Tipe C dengan bangunan tiga lantai ini dilengkapi dengan fasilitas kesehatan dan sarana-prasarana pendukung. Di antaranya, ruang rawat inap kapasitas 100 tempat tidur, ruang lobi, laboratorium lengkap, IGD nurse station, IGD, ruang tunggu, ICU, Nurce Station ICU, ruang operasi, klinik, ICVCU. Selain itu, dilengkapi dengan Alkes CT Scan dan Cuci Darah.

"Mari kita doakan bersama, semoga pembangunan RSUD Kota Bima ini berjalan lancar, sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kota Bima," harapnya.

Anggaran Pembangunan RSUD Kota Bima

Pekerjaan Fisik Rp 130 miliar

Genset, IPAL dan WTP Rp 10 miliar

Pengadaan Alkes Rp 20 miliar 

Ruang Rawat Inap Rp 30 miliar

Sumber: Pemkot Bima (gun/jlo/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#Pembangunan #Kota Bima #rumah sakit #layanan kesehatan #RSUD