LombokPost - Sengketa lahan di Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, merenggut nyawa Apriadin, 29 tahun.
Dia tewas ditikam pelaku AA sekitar pukul 12.00 Wita, Minggu (8/6).
Sementara, ayah korban, Samsudin mengalami luka tusuk di bagian punggung. Pelaku AA dan korban masih memiliki hubungan keluarga.
Baca Juga: Dipicu Dendam Dua Tahun dan Rokok, SD Tega Tikam Teman Sendiri
Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Sanggar, namun nyawa Apriadin tak tertolong.
"Aksi penganiayaan berujung meninggal dunia tersebut diduga dilatarbelakangi sengketa tanah antara korban dan pelaku," kata Kapolsek Sanggar Iptu Erik Asary.
Kejadian berawal saat Apriadin dan Samsudin memagari lahan sengketa tersebut. Tak lama kemudian datang pelaku AA dan adiknya berinisial DN.
Baca Juga: Gara-Gara Terop, Pemuda di Gerung Butun Mataram Tikam Kakak Kandungnya
Di lokasi tersebut, korban dan pelaku cekcok. Karena menghindari pertikaian, Apriadin dan ayahnya berniat untuk pulang.
Tiba-tiba pelaku AA marah dan mengambil pisau dari adiknya.
"Pelaku AA langsung menusuk Apriadin dari belakang menggunakan tangan kanan dan mengenai dada kanan," jelas kapolsek.
Baca Juga: Usai Pesta Miras, Pria di Bima Tikam Teman Hingga Tewas
Usai menikam Apriadin, pelaku AA kembali mengejar Samsudin dan langsung membacok bagian punggung.
Setelah itu, pelaku AA dan adiknya kabur meninggalkan korban yang sudah tak berdaya.
Saksi AF yang melihat kejadian tersebut membawa korban ke Puskesmas Sanggar bersama warga sekitar.
"Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku," katanya. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji