LombokPost - Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot meluncurkan program inovatif penghijauan berbasis insentif. Petani yang menanam pohon di lahan miring minimal satu hektar akan mendapatkan reward satu ekor sapi.
Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Jarot dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh Kepala OPD, Sabtu (2/8).
Program ini disebut sebagai langkah nyata Pemkab Sumbawa dalam mengatasi degradasi lingkungan, khususnya di kawasan rawan longsor dan kekeringan.
“Kalau petani tanam pohon di lahan miring minimal satu hektar, akan kita kasih hadiah satu ekor sapi. Ini bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar masyarakat ikut menjaga lingkungan,” tegasJarot.
Tidak hanya menyasar petani, program ini juga melibatkan seluruh ASN. Mereka diwajibkan menanam minimal satu pohon dan merawatnya sendiri.
Dinas Lingkungan Hidup akan segera mengeluarkan surat edaran resmi untuk mengatur teknis pelaksanaan.
Seluruh kegiatan penghijauan akan dilaporkan melalui sistem 3W Form (What, Who, When) yang menjadi standar pelaporan pembangunan di Pemkab Sumbawa. Evaluasi dilakukan setiap pekan melalui Zoom meeting langsung dengan Bupati.
Selain membahas penghijauan, rakor juga menyinggung revisi RTRW untuk menyelesaikan kendala pembangunan sektor kelautan-perikanan di kawasan pesisir yang masih berstatus LP2B.
Bupati Jarot menegaskan bahwa program ini tidak sekadar gerakan tanam pohon, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan Sumbawa.
“Kita tidak hanya menanam pohon, tapi menanam masa depan. Satu pohon, satu harapan,” pungkasnya. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji