Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tim Mabes Polri Turun Selidiki Keracunan Massal 130 Siswa Usai Santap MBG di Sumbawa

M Islamuddin • Sabtu, 27 September 2025 | 09:40 WIB
Siswa di Kecamatan Empang mendapat perawatan usai menyantap MBG, Selasa (16/9).
Siswa di Kecamatan Empang mendapat perawatan usai menyantap MBG, Selasa (16/9).

LombokPost - Mabes Polri turun tangan menginvestigasi dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa.

Diketahui, 130 pelajar sempat mendapat perawatan intensif di Puskesmas Empang dan Tarano setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

Kapolsek Empang AKP Nakmin mengatakan, proses investigasi tengah berlangsung. Dia menyebutkan, penyelidikan dilakukan tim gabungan dari Mabes Polri dan Polres Sumbawa.

“Ya, lagi berlangsung (investigasi). Tim dari Mabes bersama tim dari Polres yang melakukan investigasi,” jelas Nakmin, Jumat (26/9).

Informasi yang diperoleh, tim penyidik Mabes Polri sudah berada di Kecamatan Empang untuk mengumpulkan keterangan dan data lapangan sejak Rabu (24/9) hingga Kamis (25/9). Namun, hasil resmi penyelidikan baru akan disampaikan oleh Polres Sumbawa.

Kasus ini bermula ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan ke sejumlah sekolah di Kecamatan Empang, Selasa (16/9). Sehari setelahnya, puluhan siswa mulai merasakan gejala mual, muntah, hingga diare. 

Kondisi ini membuat ratusan siswa harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis.

“Total siswa yang keracunan ada 130 orang. Semuanya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa Nur Atika.

Dikes Sumbawa menduga gejala yang dialami para siswa berkaitan dengan kontaminasi bakteri E coli pada menu MBG yang dikonsumsi. Dugaan tersebut merujuk pada gejala umum yang muncul, yakni diare, mual, dan muntah.

“Diduga ada E coli, karena gejala yang dirasakan siswa sesuai. Tetapi untuk kepastian penyebabnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelas Atika.

Saat ini, sampel makanan dan air dari program MBG sudah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan uji lebih lanjut. Pihak Dikes meminta masyarakat bersabar menunggu hasil resmi agar tidak menimbulkan spekulasi.

Editor : Jelo Sangaji
#Mabes Polri #keracunan mbg #Sumbawa #Siswa Keracunan MBG