Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puluhan Sampan Bantuan Dinas Perikanan Sumbawa Barat Mangkrak, Dewan Desak APH Turun Selidiki

M Islamuddin • Selasa, 21 Oktober 2025 | 08:23 WIB
Sampan bantuan pemerintah tahun anggaran 2024 yang tidak dimanfaatkan nelayan Desa Labuhan Lalar, Sumbawa Barat.
Sampan bantuan pemerintah tahun anggaran 2024 yang tidak dimanfaatkan nelayan Desa Labuhan Lalar, Sumbawa Barat.

LombokPost - Puluhan sampan bantuan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun 2024 mangkrak.

Karena tak digunakan, sampan yang disalurkan sejak Desember akhir tahun 2024 hingga awal Januari 2025 untuk nelayan itu sebagian bahkan sudah dijual.

‘’Di Labuhan Lalar ada sekitar 28 unit, belum termasuk di Desa Kiantar. Semuanya tidak bisa digunakan. Ada yang sampai dijual, selebihnya disimpan di kolom rumah warga,’’ ungkap Anggota Komisi II DPRD KSB Iwan Irawan kepada Lombok Post, Senin (20/10).

Kabar tidak dimanfaatkannya sampan bantuan ini bermula dari pengaduan masyarakat Labuhan Lalar. Wakil rakyat dari PAN ini menindak lanjuti dengan turun langsung ke lapangan. ‘’Kaget juga sesampainya di lokasi. Ada banyak sampan dibiarkan begitu saja,’’ akunya. 

Penjelasan mereka, sampan yang dibagikkan tidak sesuai spesifikasi yang diminta. Pengadaan tahun 2024 itu berbeda dari tahun 2023 lalu. ‘’Sangat disayangkan, dana miliaran rupiah yang dialokasikan bupati untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sia-sia karena tidak dimanfaatkan,’’ sesalnya.

Sebagai wakil rakyat, pria berkacamata ini mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Beberapa kali dia mencoba menghubungi Dinas Perikanan KSB, menanyakan langsung terkait masalah ini. ‘’Saya tak paham, apakah dinas tahu dengan kondisi ini atau tidak. Kita sudah coba fasilitasi,’’ akunya. 

Karena sudah berlangsung hampir setahun, Iwan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan penyelidikan. Karena dari keterangan yang diperoleh di lapangan terdapat banyak kejanggalan dari proyek tersebut.

Terutama adanya perbedaan spesifikasi, padahal sampan bantuan seperti ini dari tahun-tahun sama. ‘’Ini sangat merugikan nelayan. Kami harap, APH serius menangani masalah ini,’’ pintanya. 

Kepala Dinas Perikanan KSB Noto Karyono mengaku pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada penerima, bagaimana sampan yang dibagikan segera dimanfaatkan. ‘’Kami beberapa kali memanggil kelompok penerima, mereka berjanji segera memanfaatkan bantuan itu tapi memang masih ada yang belum,’’ katanya.

Noto menegaskan, pembinaan terhadap kelompok nelayan ini cukup intens dilakukan pihaknya. Hanya saja, ia tak menampik masih ada beberapa kelompok penerima yang belum memfungsikan bantuan tersebut.

‘’Dari kita sudah cukup maksimal. Setelah diserahkan kita tentunya minta segera digunakan. Tapi kembali lagi ke mereka (penerima,red),’’ sesalnya lagi. 

Bagaimana dengan dugaan jika sampan tersebut tidak sesuai spek? Noto menegaskan, spesifikasi sampan tersebut sudah memenuhi standar.

Buktinya, nelayan di Desa Kiantar sudah banyak memanfaatkan bantuan tersebut. ‘’Kalau yang di Kiantar itu dipakai, bagus. Tapi ke depan kami terus melakukan pembinaan,’’ janjinya. 

Editor : Jelo Sangaji
#KSB #Sampan Nelayan #Dinas Perikanan #Sumbawa Barat #DPRD Sumbawa Barat