Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gerakan Pangan Murah, Pemda KSB Jaga Stabilitas Harga Jelang HKBN 2025

Lombok Post Online • Kamis, 11 Desember 2025 | 14:58 WIB
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah saat meninjau langsung gerakan pangan murah, Rabu (10/12). 
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah saat meninjau langsung gerakan pangan murah, Rabu (10/12). 

LombokPost - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menginisiasi Gerakan Pangan Murah.

Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) tahun 2025 dan tahun baru 2026. 

Kegiatan ini disaksikan langsung Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah.

Baca Juga: Gandeng MES Antisipasi “Bank Rontok”, Pemda KSB Perkuat Pengelolaan Keuangan Keluarga Berbasis Syariah

‘’Ini upaya kita menjaga stabilitas harga jelang HKBN dan tahun baru 2026,’’ jelas Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah dalam sambutan resminya. 

H. Amar mengingatkan, kegiatan ini menjadi sangat penting. Sebab, biasanya ketika mendekati HKBN dan tahun baru, harga kebutuhan pokok relatif mengalami kenaikan. '

’Fluktuasi harga bahan kebutuhan pokok hal yang tidak dapat dihindari, terutama menjelang hari besar keagamaan,’’ ingatnya. 

Ia mengakui, inflasi tidak bisa dihindari, tetapi yang terpenting adalah bagaimana Pemda KSB mengendalikan harga tersebut. Jangan sampai minus dan jangan terlalu tinggi.

‘’Fluktuasi harga terjadi karena pengaruh antara permintaan dan ketersediaan barang di pasar. Pemerintah daerah terus berupaya agar barang tetap tersedia dan harganya tetap terjangkau oleh masyarakat,’’ janjinya. 

Bupati mengingatkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumbawa Barat untuk terus bersinergi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga di seluruh wilayah KSB.

Salah satu bupati termuda di NTB ini berharap, adanya kegiatan ini dapat menjaga stabilitas harga pangan.

‘’Sehingga masyarakat kita dapat menyambut HKBN 2025 dan tahun baru 2026 dengan tenang dan sejahtera,’’ harapnya. 

Bupati menegaskan, sesuai laporan Kadis Ketahanan Pangan KSB, gerakan pangan murah diawali dari Kecamatan Taliwang dan selanjutnya akan dilaksanakan secara berkelanjutan di kecamatan lain se-Kabupaten Sumbawa Barat.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemda KSB melakukan pemantauan harga di tiga pasar utama, yakni Pasar Maluk, Pasar Taliwang, dan Pasar Seteluk.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan, pemerintah daerah juga menyiapkan subsidi harga di tiga pasar tersebut agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, Pemda KSB telah menyiapkan sebuah sistem pengendalian harga melalui aplikasi Sibarungan, berfungsi memberikan informasi harga kebutuhan pokok secara real time di tiga pasar tersebut.

‘’Untuk menjaga kestabilan harga, pemerintah daerah memberlakukan subsidi harga dan subsidi ongkos angkut. Nantinya, masyarakat akan mendapatkan harga yang sama meskipun barang didatangkan dari luar daerah,’’ ujarnya. 

Khusus bagi masyarakat miskin ekstrem sebanyak 1.366 Kepala Keluarga (KK), pemerintah daerah memberikan bantuan tambahan berupa 10 polybag bibit tanaman, yang terdiri dari lima cabai keriting dan lima bibit tomat, sebagai langkah mendorong ketahanan pangan rumah tangga. Masyarakat kategori ini juga tidak dibebani pembelian cabai saat harganya sedang tinggi. ‘’Ini bagian dari upaya kita untuk memberikan bantuan bagi masyarakat mikisn ekstrim,’’ tambahnya. (prokopimsetdaksb/*)

Editor : Siti Aeny Maryam
#KSB #keluarga #Bantuan #masyarakat #bibit