LombokPost-Pemkab Sumbawa menegaskan kesiapan total untuk menjadi lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda, program strategis nasional di bidang pendidikan.
Kesiapan tersebut ditunjukkan saat kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Prof. Stella Christie, Kamis (8/1).
Kunjungan Wamendikti Saintek diterima langsung Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot, didampingi Wakil Bupati Mohamad Ansori.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menegaskan kesiapan Kabupaten Sumbawa tidak hanya sebatas penyediaan lahan, tetapi juga mencakup dukungan infrastruktur dasar, kesiapan regulasi daerah, dukungan sosial masyarakat, serta komitmen kebijakan jangka panjang untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan SMA Unggul Garuda.
“Pemerintah daerah siap mendukung penuh agar SMA Unggul Garuda dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di Sumbawa,” kata bupati.
Sebagai bentuk kesiapan konkret, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan dua alternatif lokasi strategis. Opsi pertama, lahan milik Pemkab seluas 20 hektare di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, yang bersebelahan dengan markas Batalyon Infanteri TP. Opsi kedua berada di kawasan Samota seluas 20 hektare, berdekatan dengan Sirkuit MXGP, Sport Center, serta rencana pembangunan Batalyon Marinir.
Wamendikti Saintek Prof Stella Christie menjelaskan, pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan visi langsung Presiden Prabowo Subianto yang telah digagas sejak Februari 2024 dan diajukan secara resmi pada Mei 2024. Program ini bertujuan membuka akses pendidikan menengah berkualitas tinggi bagi putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi.
Anggaran pembangunan satu unit SMA Unggul Garuda diperkirakan mencapai Rp 213 miliar hingga Rp 250 miliar. Sekolah ini akan menerapkan kurikulum nasional yang diperkaya standar internasional, dilengkapi sistem asrama (boarding school), serta memberikan beasiswa penuh kepada seluruh siswa melalui seleksi nasional yang ketat dan transparan.
Dia menegaskan, SMA Unggul Garuda dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pemerataan akses pendidikan berkualitas, pengembangan sekolah sebagai inkubator calon pemimpin bangsa, serta penguatan prestasi akademik yang selaras dengan pengabdian kepada masyarakat.
Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah pusat juga mengembangkan program Sekolah Garuda Transformasi untuk memperkuat sekolah-sekolah berprestasi yang telah ada. "Secara nasional, ditargetkan pembangunan 20 SMA Unggul Garuda, dengan empat sekolah telah memasuki tahap pembangunan, serta 80 Sekolah Garuda Transformasi," jelas dia.
Prof Stella bersama Bupati Sumbawa dan jajaran meninjau langsung kawasan Samota yang menjadi salah satu alternatif utama lokasi pembangunan. Kawasan ini dinilai strategis karena berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Samota serta memiliki lanskap alam Teluk Saleh.
Editor : Jelo Sangaji