Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekda Turun Tangan Berantas Penyakit Masyarakat, Pemda KSB Segera Bentuk Satgas

Redaksi • Jumat, 17 April 2026 | 16:26 WIB
RAKOR PEKAT: Sekda KSB Hairul Jibril (tengah) memimpin rakor pencegahan dan pemberantasan penyakit masyarakat, Kamis (16/4). (IST/LOMBOK POST) 
RAKOR PEKAT: Sekda KSB Hairul Jibril (tengah) memimpin rakor pencegahan dan pemberantasan penyakit masyarakat, Kamis (16/4). (IST/LOMBOK POST) 

LombokPost – Sekda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Hairul Jibril turun tangan menangani pencegahan dan pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat).

Belakangan ini, bermunculan pekat, bahkan praktiknya hampir meniru beberapa kasus di kota besar. 

''Untuk pencegahan dan pemberantasan pekat ini dibutuhkan dukungan semua pihak. Alim ulama, TNI maupun kepolisian, serta para pihak terkait lain,'' kata Sekda KSB Hairul Jibril saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral, Kamis (16/4). 

Baca Juga: ASN Wajib Kantongi Kartu KSB Maju

Sejumlah kesepakatan pun dihasilkan dalam rapat tersebut. Antara lain, memperkuat peran Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah, mengoptimalkan fungsi OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta DP2KBP3A.

Menyusun program penanganan dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

''Nanti setelah ini, kita akan evaluasi sekaligus membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemberantasan penyakit masyarakat,'' tegasya. 

Baca Juga: Wabup KSB Turun Tangan Bersihkan Drainase, Gotong Royong Bisa Jaga Kebersihan Lingkungan

Rakor tersebut melibatkan TNI/Polri, perangkat daerah terkait, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, tokoh agama serta tokoh masyarakat.

''Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan kondisi sosial yang aman dan kondusif di KSB,'' jelas dia. 

Dia menjelaskan, penyakit masyarakat merupakan kegelisahan bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen. Hairul menekankan, upaya penanganan tidak cukup berhenti pada forum rapat, tetapi harus segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.

Baca Juga: 659 Putra KSB Berebut Beasiswa Mekanik Alat Berat

''Ini menjadi kegelisahan kita semua. Jangan hanya selesai dirapat ini saja, tetapi harus ditunjukkan dengan aksi nyata di lapangan,'' pintanya. 

Saat ini, Pemda KSB sebenarnya telah membuat sejumlah kebijakan strategis mencegah berbagai kasus penyakit masyarakat. Di antaranya, pemberlakuan jam malam bagi pelajar dan operasi secara rutin diberbagai tempat hiburan maupu kos-kosan yang ada di KSB. ''Tapi ini belum sepenuhnya efektif tanpa dukungan pengawasan dan peran aktif seluruh pihak. Babinsa dan Bhabinkamtibmas kami juga minta lebih aktif, termasuk peran dan dukungan dari agen PDPGR,'' harapnya. 

Penguatan kelembagaan dengan menyusun struktur kerja yang jelas dan standar operasional prosedur (SOP) menjadi sangat penting. Harapannya, dalam operasi mendatang tidak hanya bergantung pada Satpol PP semata. ''Kolaborasi semua pihak menjadi sangat penting,'' katanya lagi. 

Asisten I Setda KSB, Khusnarti mengatakan, pentingnya kepedulian kolektif dari seluruh elemen, terutama perangkat yang berada paling dekat dengan masyarakat. ''Dari hasil rembuk ini, kita harap dapat menumbuhkan kepedulian bersama,'' harapnya. 

Wakil Ketua MUI KSB Muhammad Mujahid Imaduddin juga menyampaikan kegelisahannya. "Penyakit masyarakat merupakan masalah besar yang harus ditangani secara serius dan komprehensif," ujar dia. (far/r5)

Editor : Redaksi
#KSB #pemberantasan penyakit #Satpol PP #Sumbawa #organisasi