LombokPost-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meluncurkan Sekolah Lansia Sehati di Kecamatan Jereweh sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia.
Program yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) itu resmi diluncurkan, akhir pekan lalu.
Nama Sehati diambil dari istilah Sumbawa "Besai Ate", yang berarti menyatu dalam kebersamaan. Program ini menjadi ruang belajar sekaligus wadah bagi para lansia untuk tetap aktif, bersosialisasi, dan berbagi pengalaman.
Baca Juga: Bupati KSB Ingatkan Kades Lebih Transparan dan Akuntabel Kelola Dana Desa
Sebanyak 50 lansia berusia di atas 60 tahun mengikuti angkatan pertama. Mereka akan menjalani 12 kali pertemuan hingga Oktober 2026 dengan jadwal dua kali setiap bulan di Puskesmas Jereweh.
Berbeda dengan sekolah formal, Sekolah Lansia Sehati dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup peserta melalui pembelajaran mengenai pola hidup sehat, aktivitas fisik, kesehatan mental dan spiritual, pencegahan penyakit, hingga penguatan kemandirian dan produktivitas.
Wakil Bupati (Wabup) KSB Hanipah mengatakan, program tersebut merupakan inovasi sosial yang diharapkan dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat.
"Kita ingin ruang seperti ini ada di setiap kecamatan agar tidak ada lagi lansia yang merasa sendirian dalam menghadapi hari tua," kata Hanipah.
Baca Juga: Kemiskinan Ekstrem KSB Diklaim Terendah di NTB, Bupati Amar Tetap Minta OPD Evaluasi Program
Dia juga mengajak para lansia untuk tidak ragu mengikuti program tersebut. Menurutnya, usia bukan menjadi penghalang untuk terus belajar, menjaga kesehatan, dan tetap aktif dalam menjalani kehidupan.
"Usia bukan penghalang untuk terus belajar, menjaga kualitas hidup, dan tetap aktif meskipun telah memasuki usia lanjut," ujarnya.
Dia berharap Sekolah Lansia Sehati dapat menjadi salah satu langkah dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia. "Sehingga mereka tetap sehat, mandiri, produktif, dan bahagia di usia senja," tandasnya.
Editor : Jelo Sangaji