Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Selisih Suara Rata-rata Ratusan, Pilkades Lotim Diharapkan tanpa Sengketa

Rury Anjas Andita • Kamis, 29 Juli 2021 | 12:30 WIB
SIAP KERJA: Panitia Pilkades Sekotong Tengah sedang akan menyiapkan tahapan Pilkades Serentak di Kantor Desa Sekotong Tengah, beberapa hari lalu.(KIM Sekotong For Lombok Post)
SIAP KERJA: Panitia Pilkades Sekotong Tengah sedang akan menyiapkan tahapan Pilkades Serentak di Kantor Desa Sekotong Tengah, beberapa hari lalu.(KIM Sekotong For Lombok Post)
SELONG-Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021 di Kabupaten Lombok Timur terlaksana sesuai jadwal, Rabu (28/7). Sebanyak 122 calon kepala desa di 29 desa menyemarakkan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut.

“Sampai sore ini, sudah ada beberapa panitia yang pleno. Alhamdulillah, perbandingan suaranya rata-rata di atas ratusan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa HM Hairi pada Lombok Post, Rabu (28/7).

Menurutnya, kemungkinan adanya sengketa perolehan suara calon akan besar jika perbandingan suaranya tipis. Kata Hairi, sampai sore kemarin, ia baru menemukan satu desa yang perbandingannya 29 suara. Sembari terus melakukan pemantauan, ia mengatakan, pelaksanaan pilkades serentak di Lotim berjalan baik.

“Kita berharap kondisi ini terus terjadi. Sesuai dengan komitmen para calon pada deklarasi damai,” jelasnya.

Pelaksanaan pilkades serentak di Lotim dipantau langsung oleh Kemendagri RI melalui aplikasi Zoom Meeting. Kata Hairi, pemantauan tersebut sebagai  salah satu syarat melanjutkan pelaksanaan pilkades serentak yang seharusnya terlaksana tahun 2020 lalu. Ada tiga TPS yang dikunjungi secara virtual oleh Dirjen Bina Pemerintah Desa Kemendagri RI Yusharto Huntoyungo.

Hairi menerangkan, pelaksanaan pilkades serentak hampir saja tertunda karena rekomendasi pelaksanaan belum didapatkan sampai H-2. Kata Hairi, tidak mungkin lagi untuk melakukan penundaan. Karena itu, ia berupaya meyakinkan Kemendagri untuk mendapat rekomendasi.

“Setelah meyakinkan pelaksanaan dengan Prokes Covid-19 yang ketat, kami dapat rekomendasi H-2 pada sore harinya,” terang Hairi.

Mantan Inspektur Lotim ini juga menerangkan, dari hasil pantauan Kemendagri, pihaknya mendapat apresiasi atas pelaksanaan pilkades serentak tersebut. “Bahkan disampaikan pelaksanaan kita dapat dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia,” tambahnya.

Sekda Lotim HM Juaini Taofik menyampaikan, melaksanakan pilkades serentak di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Lotim. Karena itu, sejak awal ia melibatkan Satgas Covid-19 dalam panitia pilkades di tingkat Kabupaten. Selain itu, ia juga membentuk tim di tingkat kecamatan dan desa.

“Hal ini diperkuat dengan deklarasi damai oleh seluruh calon Kades,” jelas Taofik. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#pilkades serentak #Lombok Timur