“Sudah ada lampu hijau,” kata Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Lotim Indar Jaya Kusuma pada Lombok Post, Senin (24/1).
Sesuai Detail Engineering Design (DED) dan studi kelayakan proyek tersebut, SPAM akan dibangun dari mata air Selojar yang ada di kawasan KPH Rinjani. Dengan daya 30 liter per detik, SPAM KSPN Sembalun dicanangkan dapat mengaliri lima desa di Kecamatan Sembalun. “Rencananya untuk satu kecamatan itu,” jelasnya.
Proyek SPAM Sembalun yang telah dipersiapkan sejak 2021 lalu awalnya dicanangkan senilai Rp 36 miliar. Kala itu, anggaran tersebut direncanakan dapat mengirim air ke Desa Sembalun Lawang, Timba Gading, dan Sembalun di Kecamatan Sembalun. Namun dengan adanya tambahan anggaran, sehingga pengelolaan distribusi air dapat diperluas.
Menurut Indar, pada dasarnya, mata air di Sembalun sudah dapat dimanfaatkan oleh lima desa yang ada di Kecamatan Sembalun. Hanya saja selama ini pengelolaannya yang belum sampai ke arah sana.
Di samping SPAM KSPN Sembalun, saat pihaknya juga tengah menjemput DAK proyek SPAM Pantai Selatan yang nilainya hampir mencapai Rp 100 miliar. “Rp 100 miliar kurang Rp 50 juta,” ujar Indar.
Dengan harapan kendala kebutuhan air bersih di wilayah selatan dapat segera teratasi, ia berharap anggaran SPAM pantai selatan keluar sesuai DED dan RAB proyek. Kata Indar, jika pada prosesnya pihak kementerian PUPR memberikan Rp 50 miliar, maka akan disayangkan jika proyek tersebut hasilnya tidak dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
Dijelaskan, SPAM pantai selatan dicanangkan akan dapat mengalirkan air dengan kapasitas 150 liter per detik dari lima titik mata air di Kecamatan Sikur. Sekitar 100 liter per detiknya akan dialirkan ke dua kecamatan, yakni Keruak dan Jerowaru. Sedangkan sisanya akan dialirkan ke Kecamatan Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur.
“Kita berharap anggaran yang diberikan sesuai RAB,” jelas Indar. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita