Nurhayati mengemukakan, di Lotim, SDN 2 Paokmotong merupakan satu dari 6 sekolah yang menggelar US secara online di Kecamatan Masbagik. Sekolah yang dipilih menjadi pilot project memang merupakan sekolah berstatus sekolah penggerak di Gumi Patuh Karya.
Secara teknis, 48 siswa SDN 2 Paokmotong tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan telepon selular. Memang ada beberapa siswa yang kurang terbiasa memegang telepon genggam karena kondisi ekonomi keluarga.
Siswa yang mengalami persoalan tersebut diatasi dengan langkah meminjamkan telepon genggam pada mereka. “Sebagian besar siswa membawa sendiri handphone dari rumahnya. Yang tidak punya, dipinjamkan oleh gurunya,” tutur Nurhayati.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Masbagik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim Turmuzi Azkar mengatakan, selain SDN 2 Paokmotong, sekolah yang menggelar US secara online adalah SDN 3 Kesik, SD Islam Bengkaung, SDN 2 Kumbang, SDN 3 Masbagik Utara, SDN 2 Masbagik Selatan, dan SDN 4 Danger.
Dari 44 SD negeri dan 6 SD swasta di Kecamatan Masbagik, sebagian besar sebenarnya sudah siap menggelar US secara online. “Kendala yang paling banyak ditemui adalah masih terbatasnya fasilitas seperti laptop dan handphone. Termasuk belum siapnya pihak sekolah, baik dari para guru maupun dari siswa sendiri,” jelas Turmuzi. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita