“Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tak beryawa oleh teman KKP-nya pada sekitar pukul 05.00 Wita,” kata Kapolsek Suralaga Ipda Bambang Supriyanto.
Bambang menerangkan, korban meninggal dunia akibat mengalami kelelahan luar biasa. Korban yang merupakan ketua kelompok KKP diketahui melakukan perjalanan pulang ke kampung halamannya usai mengikuti upacara apel pengibaran bendera di Suralaga. Ia pulang karena harus mengikuti kegiatan pertandingan futsal di desanya. “Di sana dia juga sebagai ketua panitia,” jelas Bambang.
Sore harinya, ia sebenarnya telah dilarang untuk kembali ke Lotim di hari itu juga. Namun korban bersikeras kembali karena ia harus mempersiapkan kegiatan KKP. Kata Bambang, persiapan kegiatan tersebut tidak mau ia tinggalkan selaku ketua kelompok KKP UIN Mataram. “Memang almarhum ini orangnya rajin, aktif, dan sangat bertanggung jawab,” jelasnya.
Pada malam harinya, korban sempat menjelaskan kepada rekannya bahwa ia sangat lelah. Bahkan korban juga sempat meminta untuk dibantu jika sekiranya ia pingsan saat beraktivitas. Namun pada malam itu juga, ia masih memilih tidur di berugak bambu yang berada di teras posko KKP-nya. Rekannya sempat memintanya untuk masuk ke dalam, namun ia bersikeras tidur di sana untuk menjaga sepeda motor milik kawan-kawannya.
Kata Bambang, berdasarkan keterangan dokter yang memeriksanya, korban mengalami kelelahan yang mengakibatkan kurangnya asupan oksigen dan memicu pecahnya pembuluh darah. Kejadian tersebut diterima sebagai musibah oleh keluarganya dan menolak untuk dilakukan otopsi.
“Sekitar pukul 08.30 Wita, korban dibawa pulang ke rumah duka oleh keluarganya,” jelas Bambang. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita