Tradisi tahunan ini dilaksanakan di lokasi mata air Rametak. Sumber mata air itu sejak dulu disakralkan warga sekitar sebagai pusat penghidupan manusia di wilayah tersebut. Kata Kadri, ritual tersebut secara turun temurun dilakukan oleh masyarakat Desa Kesik.
Di sumber mata air itu, masyarakat meyakini sebuah tempat yang menjadi tempat pemandian seorang puteri di masa lalu. Nama lokasi tersebut adalah tirta ayu. Prosesi gawe adat nunas nede dilakukan dengan persembahan hasil panen pertanian dan peternakan yang dibawa oleh masyarakat. Perjalanan membawa hasil bumi dan ternak tersebut diiringi alunan musik tradisional seperti barong dan gamelan.
Kata Kadri, tradisi tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT. “Tujuannya untuk memohon keselamatan agar hasil panen penduduk melimpah," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, khusus bagi perempuan yang sedang dalam keadaan menstruasi tidak diperkenankan mengikuti acara tersebut. Dijelaskan, acara puncak ritual adat tersebut digelar di lokasi Lingkok Tirta Ratu yang selama ini dipercaya sebagai tempat para ratu zaman dulu membersihkan badan.
“Sampai saat ini masyarakat mempercayai mata air tersebut memiliki khasiat khusus selain untuk membersihkan badan dari kotoran,” terangnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita