Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Detik-detik Mendebarkan saat Tim Penyelamatan Dinas Damkarmat Lotim Melakukan OTT

Administrator • Rabu, 9 Agustus 2023 | 11:35 WIB
BERSANTAI: Rifai beristirahat di atas kursi kayu miliknya di bawah Jembatan Sungai Jangkuk, Ampenan, kemarin (1/2).
BERSANTAI: Rifai beristirahat di atas kursi kayu miliknya di bawah Jembatan Sungai Jangkuk, Ampenan, kemarin (1/2).
Tak banyak masyarakat yang tahu tugas penyelamatan yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lotim. Padahal dalam 6 bulan terakhir di tahun ini, tim yang terdiri dari tiga regu itu telah melakukan 140 penyelamatan. Sebanyak 77 di antaranya adalah operasi tangkap tawon (OTT) dan operasi tangkap ular (OTU).

 

SEBUAH panggilan permintaan penyelamatan datang dari warga. Komandan Regu Penyelamatan Dinas Damkarmat Lotim Edi Satria bergegas menyiapkan personelnya. “Bersiap, OTT!” kata Edi sembari memasukkan peralatan berupala alat pelindung diri (APD) ke dalam kendaraan.

Di samping Edi, Komandan Peleton Penyelamatan Dinas Damkarmat Lotim Hirwan Hadi mendekat dengan mengenakan pelindung kepala berwarna merah. Kepada Lombok Post, ia menegaskan jika OTT yang dimaksud bukan operasi tangkap tangan seperti yang dilakukan KPK. “Maksudnya OTT itu operasi tangkap tawon. Kita menyingkatnya begitu,” ujar Hirwan disertai senyuman.

Regu yang dipimpin Edi dan Hirwan hari itu terdiri dari 8 personel. Dua orang bertugas sebagai eksekutor dengan APD, empat orang membantu proses operasi, dan dua orang personel perempuan yang mereka namakan Srikandi, bertugas mendokumentasikan seluruh proses operasi.

Lombok Post mengikuti proses operasi yang berlokasi di Lingkungan Rakam, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong. Langkah awal yang dilakukan adalah mendata sarang tawon yang hendak ditangkap atau dibersihkan. Setelah memastikan lokasi dan ancaman yang ditimbulkan, tim bersiap melakukan operasi.

Alat yang digunakan adalah tangga, kantong plastik, dan pembunuh serangga. “Kali ini sarangnya kecil-kecil. Biasanya yang lebih berbahaya dan cukup sering kami tangkap adalah sarang tawon besar,” tutur Edi.

Edi bercerita, penyelamatan yang dilakukannya memang belum banyak diketahui masyarakat. Sebagian besar masyarakat menganggap tugas Damkarmat hanya memadamkan api. Selain itu, kalau pun tahu, dipikirnya meminta jasa layanan penyelamatan seperti menangkap tawon dan ular itu berbayar.

Proses operasi saat ini sudah lebih dimudahkan dengan kelengkapan peralatan. Sebelumnya, Edi menceritakan penyelamatan dilakukan dengan improvisasi. “Kami hanya menutup diri dengan kain dan menggunakan helm. Sampai pernah ada personel yang disengat 30 ekor tawon dan masuk IGD karena mengalami gangguan pada pernapasan,” tuturnya.

Tugas mereka memang berat. Selain tawon, mereka juga sering menyelamatkan warga dari gangguan ular yang masuk rumah. Hirwan menerangkan, proses penyelamatan yang dilakukan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab mereka. Di tengah risiko besar yang dihadapi, mereka berharap sarana dan prasarana operasi penyelamatan, juga kesejahteraan personel dapat ditingkatkan.

Kasi Penyelamatan Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Lotim Sofiyan Hadi menerangkan, sarana dan prasarana yang dibutuhkan tim penyelamatan memang masih jauh dari standar. Kendaraan yang digunakan saja merupakan mobil tua, bekas mobil ambulans limpahan dari Dinas Kesehatan Lotim.

“Mobil ini kami ambil dalam kondisi rusak, dan diperbaiki. Untuk sementara kami bersyukur masih bisa menggunakannya untuk melakukan banyak operasi,” terang Sofiyan. (fatih kudus jaelani) Editor : Administrator
#Damkarmat #pemadam kebakaran #Lombok Timur #OTT