Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Lalu Ramdhan, Empu Keris untuk Juara MotoGP Mandalika 2023

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 8 November 2023 | 23:10 WIB

 

Lalu Ramdhan mengamati keris-keris yang baru selesai dibuatnya.
Lalu Ramdhan mengamati keris-keris yang baru selesai dibuatnya.
 

Peminat keris semakin bertambah banyak. Ada yang dijadikan sebagai koleksi hingga cenderamata. Nah di Lombok Timur (Lotim), terdapat salah satu pande besi yang masih eksis, yakni Melele Pesujutan di Desa Sakra, Kecamatan Sakra. Salah satu karyanya bahkan dijadikan hadiah kepada pemenang MotoGP Mandalika 2023.

 

DI pojok bangunan setengah terbuka itu, potongan-potongan besi berbagai ukuran dan bentuk diletakkan begitu saja.

Alat-alat sederhana juga digantung di bagian tengah.

Melengkapi suasana, bbu bekas arang nampak menyelimuti semua sisi ruangan.

Sementara di teras rumah depan bangunan itu beberapa pria terlihat duduk bersila. Berhadap-hadapan.

Satu orang terlihat menghaluskan sebuah warangka (sarung keris).

Pria lainnya tak kalah sibuk menghaluskan bagian gagang keris.

Namun yang menarik, di depan mereka diletakkan berbagai model senjata khas Lombok.

Mulai dari keris, tombak, hingga senjata lainnya.

Senjata-senjata itu baru beberapa hari selesai dikerjakan.

Satu per satu senjata tradisional itu diamati berulang kali. Untuk memastikan telah sempurna dikerjakan.

Pande Besi Melele Pesujutan merupakan salah satu dari tiga Pande Besi yang khusus membuat keris di NTB.

Meski tergolong belum lama membuat keris dan persenjataan tradisional khas Lombok, namun karya Pande Besi milik Lalu Ramdhan Sakraji ini banyak diminati.

”Masih peminatnya sekitar Lombok atau sekitar NTB saja. Belum ada pesanan yang dari luar Lombok,” ungkap Ramdhan.

Diceritakan pria yang akrab disapa Miq Ramdhan ini, sebelum terjun di dunia perkerisan, ia bergerak di bidang musik.

Namun kecintaannya terhadap keris diakui terlihat sejak kecil.

Beberapa tahun belakangan ia mulai mencari referensi untuk belajar membuat keris.

Mulai dari membaca buku, melihat di internet model-model keris, hingga cara pembuatan keris.

Karena keinginan yang besar dan kecintaan terhadap senjata tradisional itu akhirnya ia memberanikan diri untuk mulai produksi keris secara otodidak tanpa ada bimbingan dari siapapun.

Tepat pada tahun 2019 lalu ia mulai membuat keris.

Saat itu keris yang dibuat berukuran sepanjang jari telunjuk saja.

Sayangnya, karya pertamanya gagal diwujudkan, meski telah menghabiskan berkarung-karung arang.

Sejak tahun itu ia terus aktif membuat keris dan berbagai persenjataan lainnya.

Di samping sebagai perajin, Ramdhan juga aktif berdiskusi dengan paguyuban pembuat keris, bahkan beberapa kali ikut pameran keris di beberapa tempat di Lombok.

Dari sanalah namanya mulai dikenal dan hasil kerajinannya banyak dilirik pecinta keris.

”Setiap posting (karya), ada saja yang mau beli. Kadang kami buatkan berdasarkan pesanan (model) yang diinginkan,” ungkapnya.

Namanya dan keris karyanya semakin hari semakin terkenal di Lombok.

Hingga akhirnya Ramdhan diberi kepercayaan untuk membuat keris, yang dijadikan sebagai hadiah bagi pemenang MotoGP Mandalika 2023 Francesco Bagnaia.

”Kalau untuk juara dua dan tiga itu dibuat perajin asal Lombok Barat. Saya hanya buat satu saja. Awalnya ditawari untuk buat tiga tapi karena waktu mepet kita tidak sanggup,” ujarnya.

Pembuatan keris yang sebagai cenderamata MotoGP diakui bisa diselesaikan dalam waktu cukup singkat.

Tanpa mengurangi kualitas dan motif yang sudah diberikan.

Bahkan untuk menyelesaikan tugas itu ia dan rekan-rekannya harus kerja ekstra, mulai dari pagi, siang dan malam untuk mempercepat proses pengerjaan.

”Ada rasa bangga melihat hasil kerajinan kami bisa tembus sampai dengan internasional. Apa lagi ini pertama kali diberikan kepada pemenang MotoGP. Sejak itu peminat keris ini terus bermunculan. Alhamdulillah pesanan sekarang semakin bertambah,” ungkapnya. (*/r11)

 

Editor : Marthadi
#MotoGP #sakra #Melele Pesujutan #keris #Selong