LombokPost-Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik menegaskan tidak akan ada pemotongan honor guru tidak tetap (GTT).
Penegasan itu disampaikan menyusul keluhan GTT terkait rasionalisasi honor yang akan diterima.
”Ini bukan soal besar kecilnya, tetapi sebagai bentuk penghargaan kepada para GTT yang membantu proses belajar mengajar di sekolah, jadi tidak boleh dikurangi,” kata Taofik, Rabu (13/12).
Disebutkan, pembayaran gaji guru honorer tidak bisa langsung dibayarkan sekaligus selama lima bulan langsung.
Tapi Pemda Lotim akan membayarkan secara bertahap yakni tiga bulan dibayarkan pada bulan ini kemudian dua bulan pada APBD 2024 mendatang.
Untuk itu, ia berharap kepada honorer bisa menerima dulu gaji selama tiga bulan.
Kemudian sisanya akan dibayarkan awal tahun 2024.
Taofik juga meminta Dinas Dikbud Lotim untuk mempercepat proses pembayaran gaji honorer tersebut.
”Kami minta segera dilakukan sehingga persoalan tersebut segera tuntas. Semakin cepat semakin baik,” imbuhnya.
Kepala Dinas Dikbud Lotim Izzuddin menyampaikan pada tahun 2023 Dikbud mengalokasikan Rp12,271 miliar lebih melalui dana APBD Lotim untuk membayar honor 1.699 GTT dan 1.001 insentif sekolah swasta.
”Insya Allah akan segera dibayarkan gaji guru honorer. Kita akan tuntaskan pembayaran gaji sesuai dengan standar dan jumlah yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Disebutkan yang menjadi alasan dilakukannya rasionalisasi gaji guru ini karena terdapat perubahan status (migrasi) sekolah swasta (TK) menjadi sekolah negeri dan sekolah yang dana BOS di bawah Rp 50 juta yang harus dibayarkan. Serta terdapat penambahan mencapai 642 orang membuat jumlah tersebut tidak lagi mencukupi dan terdapat kekurangan sebesar Rp 1,2 miliar. (cr-par/r11)
Editor : Marthadi