LombokPost—Aksi Nurmayanti, Petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) asal Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur (Lotim) yang rela memanjat pohon kelapa untuk menertibkan alat peraga kampanye (APK) ramai diperbincangkan.
"Hari ini kan sudah mulai masa tenang jadi semua APK dan alat kampanye lainnya harus ditertibkan dan diturunkan. Dan penertiban ini sudah dilakukan oleh suma teman-teman Pengawas," kata Nurmayanti saat dikonfirmasi, Minggu (11/2).
Perempuan cantik yang baru menginjak usia 24 tahun itu membenarkan bahwa foto perempuan memanjat pohon kelapa yang beredar luas di sejumlah WhatsApp Group adalah dirinya. Poto tersebut diambil oleh salah seorang rekannya yang sama-sama sedang menertibkan APK di hari pertama pada masa tenang ini.
Aksi nekat itu dilakukan semata-mata untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang pengawas dalam menjaga kelancaran dan keamanan pemilu mendatang.
Sehingga ia memberanikan diri untuk memanjat pohon kelapa tanpa alat pengaman.
"Selain karena sebagai tugas, hal itu juga saya lakukan spontan. Karena memang saat itu APK nya terpasang agak atas makanya saya langsung naik saja untuk mencopotnya," ungkapnya.
Terlepas dari tugas, ia juga mengaku geregetan melihat banyaknya APK yang terpasang di pepohonan.
Padahal pemasangan APK di pohon tidak diperbolehkan dan sudah ada aturan yang mengatunya.
Diakui, tahun ini merupakan tahun pertama ia menjadi pengawas, sehingga aksinya yang viral ini dilakukan atas dasar antusiasnya menjalankan tugas.
Nurmayanti melihat banyaknya APK yang terpasang di pohon membuatnya tidak berpikir panjang dan menghiraukan keselamatan untuk naik ke pohon kelapa.
"Saat itu kita berempat tapi, tapi tidak ada yang bisa memanjat sehingga saya dengan spontan dan nekat memanjat untuk mencabut APK itu, meskipun tempat pemasangannya cukup tinggi," ujarnya. (cr-par).
Editor : Kimda Farida