LombokPost--Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Hibah Nahdlatul Wathan (LAZAH NW) terus menggencarkan pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kekeringan pada puncak musim kemarau tahun ini.
Pendistribusian air bersih tidak hanya difokuskan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) namun juga dilakukan di Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Barat (Lobar).
“Setelah pendistribusian di Lotim, pendistribusian air bersih kami lanjutkan di Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur, Loteng. Kondisi air di Desa Semoyang ini tidak jauh parah dengan di Lotim,” terang Sekretaris Lazah NW NTB Muhammad Nawawi Ishaq, Minggu (13/10).
Penyaluran air bersih ke Loteng ini, Lazah NW NTB bekerja sama dengan Yayasan Munirul Arifin (YANMU NW) dan Pimpinan Daerah Muslimat NW Loteng.
Jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak tiga tangki atau sebanyak 18.000 liter air bersih di dua dusun, yakni Dusun Galang Daya dan Dusun Galang Lauk, Desa Semoyang.
Sejak tiga bulan terakhir ini, masyarakat di dua dusun ini sudah mengalami kesulitan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih selam ini, masyarakat membeli air tangki dengan harga mulai dari Rp 200-Rp 300 ribu per tangki, tergantung jarak.
“Satu tangki air cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan satu Kepala Keluarga (KK). Satu tangki air ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan satu minggu,” jelasnya.
Sementara itu, TGH Mustanir Arifin Ketua Yayasan Yanmu NW menambahkan sejak tiga bulan ini, Lazah NW bersama Yanmu NW telah mendistribusikan air bersih di dua Kecamatan di Loteng, yakni Kecamatan Praya Timur dan Kecamatan Pujut.
Dua kecamatan ini setiap tahun kerap mengalami kesulitan air bersih.
“Di dua kecamatan ini sudah 18.000 liter air sudah kami distribusikan. Berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa mereka sudah kesulitan air bersih sejak tiga bulan lalu,” ungkapnya.
Kata dia, penyaluran air bersih ini sangat membantu masyarakat dan terutama mengurangi biaya pembelian air bersih dalam beberapa minggu ke depan.
Selain desa-desa dari dua kecamatan ini, permintaan pendistribusian air bersih dari desa-desa lain juga banyak yang sudah masuk.
Untuk itu pendistribusian air bersih akan terus dimasifkan oleh LAZAH NW.
Dirinya berharap semua elemen masyarakat, terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng untuk membantu dan merespons cepat keluhan masyarakat, terkait air bersih ini agar tidak berlarut-larut.
“Masalah air bersih ini adalah merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang paling mendasar dan harus bisa terpenuhi. Karena selain untuk kebutuhan memasak, yang terpenting adalah untuk bersuci,” jelasnya.
Pihaknya berkomitmen, penyaluran air bersih akan terus dilakukan sampai akhir tahun atau sampai musim hujan tiba.
Diharapkan pemda setempat baik di Lotim dan Loteng dapat segera mengatasi persoalan kekeringan ini, dengan membuat program jangka panjang.
“Di dua dusun ini saja terdapat sekitar 190 KK yang terdampak. Belum di tempat-tempat yang lain. Apalagi minggu ini menjadi puncak kemarau, sehingga dampak kekeringan semakin meluas. Kami harap pemda setempat dapat merespons persoalan ini dengan cepat,” tandasnya. (par).
Editor : Kimda Farida