Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dilanda Kemarau Sejak Tiga Bulan Lalu, Puluhan Sumur Warga Menceh Sakra Timur Mengering

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 31 Oktober 2024 | 11:58 WIB

 

CEK: Warga Dusun Mencah, Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur saat mengecek kondisi sumur miliknya yang kering meskipun sudah digali ulang.
CEK: Warga Dusun Mencah, Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur saat mengecek kondisi sumur miliknya yang kering meskipun sudah digali ulang.

LombokPost-Puluhan sumur gali warga Dusun Menceh, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur (Lotim) mengering akibat kemarau.

Kondisi ini telah dialami warga sejak tiga bulan lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengambil air ke desa tetangga.

”Dari 60 lebih sumur di Dusun Menceh ini, mungkin cuma 2-3 sumur yang masih ada airnya, itu pun debitnya sangat kecil,” terang Kepala Dusun (Kasus) Menceh Ahmad Sopyan, Rabu (30/10).

Kata dia, rata-rata sumur milik warga sudah digali ulang. Bahkan ada yang menggali dua kali dalam satu bulan terakhir ini.

Tapi debit air tetap kecil, bahkan kering sama sekali.

Kekeringan ini terjadi setiap tahun dan biasanya mulai terjadi sejak Agustus sampai Desember.

Selain mengandalkan sumur gali, warga juga memanfaatkan air PDAM.

Namun hampir lima bulan terakhir air PDAM tidak pernah mengalir lagi.

”Kebutuhan air warga bulan-bulan ini sangat tinggi. Terlebih saat ini banyak masyarakat yang begawe (Pesta, red), sehingga kebutuhan air dua kali lipat,” imbuhnya.

Kekeringan ini tidak hanya terjadi di dusun Menceh, namun hal serupa juga terjadi di dusun-dusun lain.

Mengatasi kesulitan air bersih, pemdes setempat telah bersurat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim untuk pendistribusian air bersih.

Di dusun Menceh saja, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 205 KK.

Selama ini untuk kebutuhan mencuci dan mandi masyarakat memanfaatkan air sungai, meski debit air sungai juga tidak terlalu besar dan airnya cukup kotor.

”Kalau untuk minum dan memasak mereka minta ke tetangga atau ke dusun sebelah yang masih punya air sumur. Kalau untuk keperluan lain mereka manfaatkan air sungai,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga RT 01 Dusun Menceh, Desa Menceh Lidia menambahkan dalam satu bulan terakhir ini dirinya sudah dua kali menggali ulang sumur miliknya.

Namun debit air tetap kecil dan hanya cukup untuk minum dan memasak.

”Pagi kita sedot kemudian ditampung menggunakan bak, nanti malam atau pagi lagi kita sedot. Kita biarkan airnya agak besar dulu di sumur baru kita sedot untuk kebutuhan minum dan memasak saja,” katanya. (par/r11)

Editor : Kimda Farida
#kemarau #air #minum #Kekeringan #sumur