Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Duka Tobi dan Laila, Pengantin Baru yang Rumahnya Tersambar Petir di Lombok Timur

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 12 November 2024 | 13:00 WIB

 

HANGUS: Kondisi rumah Tobi Tatamiluan, warga Dusun Sukaria, Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur yang hangus terbakar disambar petir saat hujan Sabtu sore (9/11).
HANGUS: Kondisi rumah Tobi Tatamiluan, warga Dusun Sukaria, Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur yang hangus terbakar disambar petir saat hujan Sabtu sore (9/11).

Bulan ini seharusnya menjadi hari-hari bahagia bagi Tobi Tatamiluan dan Laila Niswatun, warga Dusun Sukaria, Desa Jurit Baru, Lombok Timur. Karena beberapa minggu lalu mereka resmi menjadi suami istri. Sayang, di tengah kebahagiaan itu, keduanya harus menerima ujian, rumah tinggalnya terbakar usai disambar petir.

SUPARDI, Lombok Timur

Sabtu siang (9/11), langit Desa Jurit Baru dan sekitarnya diselimuti awan hitam. Pertanda hujan lebat segera turun. Tidak berlangsung lama, rintik hujan disertai angin kencang turun secara tiba-tiba. Membuat orang-orang yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka, berhamburan mencari tempat berteduh.

Semakin lama, hujan semakin lebat dan angin semakin kencang menggoyang pepohonan. Seketika kilat dan suara petir menyambar membelah awan hitam, membuat suasana di Desa Jurit Baru terasa mencekam.

Suasana itu membuat Laila Niswatun ketakutan. Terlebih saat itu ia hanya sendiri di rumah, lantaran suami dan ibu mertuanya masih berada di sawah.

”Petir terus terjadi. Makanya saya diam di kamar tidak berani keluar,” terang Laila menceritakan detik-detik kejadian.

Diceritakan, di saat dia sedang santai di dalam kamar seketika petir menyambar. Cahaya petir membuat rumah menjadi terang, kemudian disusul suara yang cukup besar, membuat rumah bergetar.

Sontak itu membuat jantung Laila seakan copot. Tidak lama kemudian, aroma terbakar keluar dari atap rumah, lampu-lampu di rumah menjadi padam. Terlihat percikan api muncul dari atap rumah. Pemandangan itu membuat Laila ketakutan dan bergegas keluar rumah dari jendela kamarnya.

Setelah di luar rumah Laila melihat kobaran api sudah membesar di tengah rintik hujan. Menyaksikan hal itu, kedua kakinya bergetar dan panik. Dia kemudian berteriak meminta bantuan warga dan menghubungi suaminya yang saat itu masih di sawah.

”Setelah petir itu terdengar suara ledakan dari ruang tamu tempat TV,” katanya.

Angin kencang membuat kobaran api semakin membesar. Hujan saat itu seakan tidak bisa memadamkan api. Laila hanya pasrah melihat keadaan rumah yang baru beberapa minggu ditempati itu dilalap si jago merah.

Tidak berselang lama dua unit mobil kebakaran datang ke lokasi dan berusaha memadamkan api. Namun karena lokasi kejadian yang cukup jauh dan jalan ke lokasi rusak, membuat 95 persen rumah dan seisinya hangus terbakar. Hanya menyisakan teras rumah yang tidak terbakar.

Suami Laila, Tobi Tatamiluan menambahkan, akibat insiden tersebut membuat seisi rumah hangus terbakar. Mulai dari lemari, pakaian, isi dapur, kasur hingga dokumen penting ikut terbakar.

”Hanya motor saja yang berhasil saya selamatkan. Karena waktu itu sedang diparkir di luar. Mungkin hanya yang kami pakai ini saja yang masih tersisa,” katanya.

Saat ini, ia bersama keluarga terpaksa mengungsi di rumah tetangga. Untuk itu ia berharap pemerintah bisa merespons cepat insiden tersebut dengan menurunkan bantuan untuk renovasi rumah miliknya.  

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, di dusun tersebut sudah sering terjadi kebakaran rumah akibat disambar petir. Bahkan beberapa hewan ternak juga pernah disambar petir. Seringnya peristiwa kebakaran akibat tersambar petir ini diduga akibat penangkal petir dari tower milik salah satu operator telekomunikasi di dusun tersebut bermasalah. (*/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#petir #Mengungsi #rumah #selamatkan #Terbakar