RT 03 Sela Golong, Dusun Lelongken, Desa Sajang merupakan salah satu perkampungan yang berada di daerah terpencil di Lombok Timur (Lotim). Akses jalan menuju RT ini cukup memprihatinkan. Terlebih di saat musim hujan saat ini. Jalannya sempit, berbatu dan licin membuat aktivitas warga menjadi terganggu.
Lombok Timur
RT Sela Golong berada di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun. Letaknya di pelosok. Sehingga pemerintah menggolongkan wilayah ini sebagai daerah terpencil, terjauh, dan terluar (3T).
Akses jalan menuju Sela Golong cukup memprihatinkan. Apalagi di saat musim hujan begini. Untuk melintasi jalan tersebut, membutuhkan perjuangan. Lebih-lebih bagi anak yang sekolah.
Ketua RT 03 Sela Golong Komang Sudarta menyampaikan, jalan yang buruk berdampak terhadap semua sektor. Mulai akses ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
”Jalan ke kampung kami sangat buruk, membuat aktivitas kami menjadi terbatas. Terlebih ketika musim hujan saat ini, semua aktivitas menjadi terganggu,” jelas Komang Sudarta. Selasa (3/12).
Kondisi jalan yang buruk menjadi kendala utama bagi masyarakat Sela Golong. Jalan yang becek saat musim hujan kerap tidak bisa dilalui, terutama saat sungai meluap. Sehingga sering kali memaksa anak-anak di tempat ini harus libur sekolah, lantaran tidak ada lagi jalan yang bisa dilalui.
Jarak tempuh dari Dusun Sela golong ke SD di Desa Sajang sekitar 3 kilometer. Kondisi jalan yang rusak itu membuat perjalanan menjadi sulit dan membutuhkan waktu cukup lama.
Untuk memudahkan akses, masyarakat Sela golong sebelumnya telah membangun jembatan darurat dari kayu dan bambu. Namun jembatan tersebut tidak bertahan lama, karena rusak diterjang air sungai.
Kata dia, salah satu pengalaman pahit masyarakat menghadapi infrastruktur buruk ini, ketika ada yang melahirkan. Salah satu warganya pernah merasakan melahirkan di telah jalan, karena jauh dari fasilitas kesehatan.
”Karena tidak ada transportasi yang bisa mengantarkan ke puskesmas,” katanya.
Selain itu, akses jalan yang buruk juga menghambat perkembangan ekonomi masyarakat Sela Golong. Terlebih sebagian besar mata pencaharian masyarakat sebagai petani. Warga sangat kesulitan memasarkan hasil pertanian mereka. Ongkos produksi lebih mahal dibandingkan harga hasil pertanian.
”Kami yakin jika akses jalan di sini diperbaiki, perekonomian masyarakat akan lebih baik dan masyarakat lebih sejahtera,” katanya.
Jumlah masyarakat yang bermukim di Sela Golong sendiri sebanyak 110 jiwa. Selama puluhan tahun mereka merindukan akses jalan yang layak. (SUPARDI/r11)
Editor : Akbar Sirinawa