LombokPost-Memasuki musim hujan, para peternak di Lombok Timur (Lotim) diimbau mewaspadai sejumlah penyakit yang dapat menyerang hewan ternak.
Perubahan cuaca dari panas ke hujan sangat memengaruhi kondisi kesehatan ternak.
”Pada musim hujan ini akan menjadikan pakan ternak berubah, dari pakan tua menjadi muda karena rumput akan tumbuh subur. Sehingga ini sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan hewan ternak,” terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim drh Hultatang, Senin (9/12).
Penyakit yang kerap menyerang ternak pada musim hujan seputar masalah pencernaan seperti diare dan kembung.
Perubahan cuaca saat ini menjadi tantangan terhadap kesehatan hewan ternak.
Ia meminta pada musim hujan ini para peternak dapat memberikan penghangat di kandang.
Bisa dengan membakar sampah di sekitar ternak untuk menjaga suhu di kandang tetap stabil. Kemudian memberikan multivitamin ternak.
”Multivitamin agar kesehatan ternak tetap terjaga. Karena cuaca saat ini sangat dingin sehingga mengakibatkan ternak mudah terserang penyakit,” katanya.
Hultatang juga menekankan, selama musim hujan ini tidak terlalu memberikan hewan ternak terutama sapi, pakan yang mengandung banyak air, karena memengaruhi metabolisme ternak.
”Itulah pentingnya memberikan hewan ternak vitamin di musim hujan ini. Dan menjaga pakan ternak, pakan yang mengandung banyak air perlu diantisipasi, jangan terlalu banyak diberikan,” Tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disnakeswan Lotim H Masyhur menambahkan, selain multivitamin, hewan ternak juga harus diberikan obat cacing untuk memastikannya tetap sehat.
Baca Juga: Oleh Media Di Vietnam, Timnas Indonesia Dianggap Tak Serius Berlaga Di ASEAN Cup 2024
”Yang tidak kalah pentingnya juga menjaga kebersihan kandang,” katanya.
Menurutnya, dengan berbagai langkah pencegahan tersebut, tidak hanya dapat mencegah ternak dari berbagai penyakit saat kondisi cuaca buruk.
Namun juga akan tetap menjaga kualitas ternak, sehingga tidak merugikan para peternak.
”Peternak harus aktif melakukan langkah antisipasi dan perawatan terhadap ternak. Agar tidak merugi akibat cuaca buruk ini,” tutupnya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida