LombokPost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) meminta para peternak tidak buru-buru menjual ternaknya yang sakit.
“Kalau ada ternak yang sakit silahkan melapor di Puskeswan, kita punya dokter hewan di sana. Nanti dokter kita akan turun cek. Kita juga ada kolaborasi dengan desa terkait peternak,” terang Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lotim Hultatang.
Ditegaskan, ternak yang sakit bisa disembuhkan, namun membutuhkan waktu yang cukup lama hingga satu bulan lebih.
Untuk itu, diharapkan peternak lebih bersabar dan tidak terlalu cepat menjual ternaknya. Peternak juga diharapkan tidak khawatir berlebihan saat ternak sakit.
Selain itu, dirinya juga meminta peternak tidak mudah termakan rayuan saudagar atau jagal, yang menakut-nakuti peternak agar menjual ternaknya dengan harga murah.
Ternak yang sakit meski pun positif PMK dipastikan bisa disembuhkan.
“Memang kemarin ada 40 ekor ditemukan suspek PMK, tetapi 35 sudah sembuh. Jadi intinya sabar jangan menjual ternak murah-murah. Jangan terlalu panik, ”katanya.
Tindakan awal yang bisa dilakukan peternak untuk mengantisipasi PMK ialah dengan tidak memasukkan atau membeli sapi di pasar hewan untuk sementara waktu.
Kemudian jika sudah ada gejala PMK seperti leleran, bisa melakukan penyemprotan asam sitrat pada mulut dan kuku ternak.
“Virus PMK ini tidak tahan dengan yang asam-asam. Makanya kalau ada sapi leleran silahkan larutkan ekstra jeruk atau asam sitrat dilarutkan kemudian semprot di bagian mulut dan kuku,” tandasnya.
Kepala Disnakeswan Lotim H Masyhur meminta peternak memberikan vaksin kepada ternaknya saat ternak sehat, bukan saat ternak sakit saja.
Saat ini Lotim mendapatkan jatah vaksin 5.000 vaksin dan sudah mulai dilakukan di semua kecamatan.
“Kita diberikan 2.500 Januari ini, nanti Februari lagi akan datang lagi. Sejak tanggal 17 Januari kita sudah mulai lakukan vaksin serentak,” tandasnya. (par/r9)
Editor : Kimda Farida