Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mendengar Cerita Petani Tembakau Senang yang Kesohor, Rasa dan Aroma Ditentukan Cara Perawatan dan Kualitas Cuaca

nur cahaya • Rabu, 16 April 2025 | 16:45 WIB

 

KUALITAS TERBAIK: Seorang petani tembakau rajang di Lombok Timur (Lotim) saat menjemur tembakau miliknya.
KUALITAS TERBAIK: Seorang petani tembakau rajang di Lombok Timur (Lotim) saat menjemur tembakau miliknya.
 

Tembakau rajang dari Dusun Senang, Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya cukup terkenal berkat rasa, aroma, dan kualitasnya.

Kelebihan itu menjadikan tembakau ini cukup laris dan mahal di pasaran.

---------------------------------------------------------

Tembakau rajang asal Dusun Senang, Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim) cukup terkenal di kalangan masyarakat Lombok.

Para perokok kerap menyebut tembakau itu sebagai salah satu yang terbaik.

Tembakau senang dinilai memiliki rasa, aroma, dan kualitas yang berbeda, dibandingkan dengan tembakau-tembakau rajang yang lainnya.

Karena memiliki rasa dan aroma yang khas, berbagai mitos tentang tembakau rajang ini berkembang.

Salah satunya ialah lahan tempat menanam tembakau tersebut merupakan lahan ajaib atau keramat yang menjadikan tembakau senang lebih enak dan wangi.

Kepala  Dusun (Kadus) Dusun Senang sekaligus petani tembakau rajang setempat Munadi menyampaikan cerita-cerita yang berkembang di tengah masyarakat tersebut hanya sebuah mitos belaka.

“Itu tidak benar. Tembakau senang itu hanya sebatas legenda saja, bahkan benih asli tembakau senang itu sudah tidak ada lagi,” terang Munadi saat ditemui Lombok Post, Selasa (15/4).

Diakui Munadi,  pada zaman dahulu ada jenis tembakau  yang disebut Kasturi Pender Jae dan Jepun, yang sering ditanam oleh masyarakat Senang.

Memiliki rasa dan aroma yang sangat bagus dan khas. Sehingga masyarakat menyebutnya sebagai tembakau senang.

Photo
Photo

Namun kata dia, bibit asli tersebut sudah sulit didapatkan bahkan sudah tidak ada. Yang ada hanya sebatas bibit tembakau kasturi biasa dan tembakau rajang-rajang yang lain.

Kalau pun bibit itu masih ada di masyarakat dan rasanya enak, hal itu lebih dikarenakan perawatan yang bagus.

"Tahun lalu saya pernah menanam tembakau yang sering disebut tembakau senang asli. Tapi rasanya keras dan panas. Makanya sekarang sudah tidak ada lagi bibit senang itu,” terang Munadi.

Diakui rata-rata tembakau yang ditanam oleh petani di Dusun Senang memiliki  kualitas, rasa, dan aroma sangat bagus.

Namun hal itu disebabkan oleh cara perawatan lahan dan proses pemberian pupuk.

Cerita yang berkembang tersebut dinilai hanya sebuah trik dari pedang atau pengepul tembakau, agar barang dagangan mereka laku terjual.

Bahkan tembakau senang asli yang dianggap selama ini hanya memiliki jumlah terbatas juga dinilai hanya mitos.

“Katanya kan tembakau senang yang asli itu sedikit. Coba cari di tempat lain pasti ada. Itu hanya sebuah trik untuk penjualan saja,” katanya.

Meski benih tembakau asli senang saat ini sudah sulit ditemukan.

Namun benih-benih yang lain diakui juga tidak jauh beda dengan yang asli. Tergantung cara perawatan, lahan tempat penanaman, dan kondisi cuaca.

Disebutkan, takaran dan waktu pemberian pupuk pada tembakau rajang, juga sangat berpengaruh terhadap rasa dan aroma tembakau. Sehingga untuk menghasilkan tembakau dengan kualitas terbaik petani harus bisa mengatur penggunaan pupuk dan membaca kondisi cuaca saat pemupukan.

“Makanya kami selalu belajar, terutama untuk membaca kondisi cuaca. Kalau cuaca panas takaran pupuk yang kita berikan itu berapa, saat hujan takarannya juga berapa. Dan saya juga pernah menanam tembakau di lahan bekas jagung, ternyata rasanya keras, kayak dicekik” ungkapnya.

Lahan yang diduga keramat tersebut jika ditanami tembakau senang asli, namun tidak dirawat dengan baik, dipastikan rasanya pasti tidak enak.

Pun sebaliknya. Bahkan luas lahan yang diduga keramat tersebut sampai saat ini masih menjadi perdebatan.

Mengingat ada yang mengatakan luas lahan tersebut 20, 30, bahkan 40 are.

Benih tembakau senang asli juga bisa tumbuh di mana saja. Dan rasanya bisa enak jika perawatan dilakukan dengan benar.

Tembakau yang kualitasnya bagus, atau yang dianggap sebagai senang asli dijual dengan harga Rp 700-800 ribu per tumpi (satu rajang).

Sementara tembakau dengan kualitas biasa-biasa, dijual dengan harga 250-300 ribu per tumpi.

“Kalau kasturi-kasturi yang sekarang ini paling tinggi Rp 250-300 ribu per tumpi. Tergantung kualitasnya. Tapi kalau yang dianggap sebagai tembakau senang asli itu sekarang sudah sulit kita temukan. Kita hanya dapat yang mutasi saja,” katanya.

Dalam sekali musim tanam, dirinya bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 20-30 juta lebih. Tergantung luas arelah tanam.

Sebagian besar masyarakat di Dusun Senang berprofesi sebagai petani khususnya petani tembakau rajang.

Terjaganya kualitas rasa tembakau rajang Senang tidak terlepas dari konsistensi cara perawatan dan pemberian pupuk pada tembakau. (SUPARDI/r6)

Editor : Kimda Farida
#Temukan #masyarakat #tembakau #luas lahan #bibit #rajang